Kesepakatan Abad dan Penolakan Palestina atas Mediasi AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i71588-kesepakatan_abad_dan_penolakan_palestina_atas_mediasi_as
Ketua Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas dua pekan pasca penyelenggaraan Konferensi Manama di Bahrain mengatakan, Palestina menolak mediasi Amerika Serikat di isu Palestina.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 04, 2019 13:56 Asia/Jakarta
  • Mahmoud Abbas
    Mahmoud Abbas

Ketua Otorita Ramallah, Mahmoud Abbas dua pekan pasca penyelenggaraan Konferensi Manama di Bahrain mengatakan, Palestina menolak mediasi Amerika Serikat di isu Palestina.

Mahmoud Abbas menjelaskan, AS harus mengakui secara resmi solusi pembentukan negara independen AS dengan ibukota Quds sebagai langkah pembuka bagi dialog.

 

Berdasarkan informasi yang dirilis terkait kesepakatan abad, rencana ini tidak mengadopsi pembentukan negara independen Palestina dengan ibukota al-Quds.

Kesepakatan Abad (Ilustrasi)

Quds sebagai kiblat pertama umat Muslim merupakan masalah utama dunia Islam dan Amerika berusaha menghapus identitas Islam di kota Baitul Maqdis dengan mengakui secara resmi pendudukan Israel di Quds.

 

Terkait hal ini, Hossein Ajorloo pengamat Asia Barat mengatakan, dalam koridor kesepakatan abad, Baitul Maqdis akan tetapkan sebagai ibukota Israel dan sebuah distrik kecil di sekitar kota ini akan dijadikan ibukota Palestina.

 

Rencana Presiden AS Donald Trump yang digodok Jared Kushner, menantu sekaligus penasihat senior presiden AS pada dasarnya tidak mengakui hak dan cita-cita bangsa Palestina.

 

Penentangan atas kepulangan pengungsi Palestina ke tanah air mereka dan penempatan mereka di wilayah lain termasuk di Mesir dan Yordania serta pelucutan senjata muqawama merupakan bagian lain dari rencana AS-Zionis kesepakatan abad.

 

Asisten khusus ketua parlemen Iran bidang internasional, Hossein Amir Abdollahian mengatakan, AS berusaha menghapus nama pengungsi Palestina dan melalui lobi serta ketamakan sejumlah negara, ia ingin pengungsi Palestina ditempatkan secara permanen di negara-negara tersebut.

 

Mengingat esensi rencana kesepakatan abad, berbagai faksi Palestina memboikot konferensi ekonomi Manama yang digelar 25-26 Juni lalu dan menekankan, setiap rencana yang tidak mengakui Quds sebagai ibukota Palestina dan hak legal serta pasti bangsa Palestina termasuk pemulangan pengungsi pasti gagal.

 

Rencana sebelumnya AS terkait isu Palestina juga gagal karena hal ini di mana pada dasarnya tidak mengadopsi pembentukan negara independen Palestina dengan ibukota Quds.

 

Kini pemerintah Amerika dengan rencana kesepakatan abadnya secara nyata dan terang-terangan tidak mengakui hak bangsa Palestina di Quds dan relokasi kedubes AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis dapat dicermati sebagai sikap Washington yang menolak mengakui hak bangsa tertindas ini.

 

Kebijakan Donald Trump terhadap isu Palestina secara penuh ditujukan untuk mendukung penjajah Israel dan hal ini mendorong Mahmoud Abbas menyatakan penentangannya atas mediasi Amerika di isu Palestina.

 

Seiring dengan kian nyatanya sebagain dari rencana kesepakatan abad dan dukungan penuh AS terhadap Israel, bangsa Palestina menolak Trump sebagai mediator karena paling tidak ia tidak mengakui cita-cita paling mendasar bangsa Palestina, yakni Baitul Maqdis.

 

Sama seperti yang ditekankan Ismail Haniyah, ketua Biro Politik Hamas, pondasi strategi Palestina adalah Quds, hak kepulangan pengungsi dan pembentukan negara independen dengan ibukota Quds. (MF)