Terlilit Skandal Korupsi, Menteri Kesejahtaraan Israel Mengundurkan Diri
-
Haim Katz, menteri kesejahteraan Israel
Menteri Kesejahteraan rezim Zionis Israel, Haim Katz Jumat malam (16/08) terpaksa mengundurkan diri dari posisinya setelah terkena skandal korupsi dan penipuan.
Menurut laporan IRNA, Katz, 71 tahun dihadapkan pada tuduhan seperti penipuan dan pengkhianatan terhadap amanat serta memberikan informasi penting dari dalam rezim ini kepada manajer investasinya serta menyalahgunakan informasi tersebut.
Sebelumnya media Zionis mengumumkan, Jaksa Agung Avichai Mandelblit berecana dalam beberapa hari kedepan merilis dakwaan kepada Haim Katz.
Menurut laporan media Israel, Katz tercatat sebagai menteri kelima di kabinet Netanyahu saat ini yang menghadapi tuntutan dari pengadilan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama beberapa bulan terakhir juga berulang kali menjalani interogasi polisi karena kasus korupsi.
Polisi Israel menyusun empat berkas kasus korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Berkas pertama adalah kasus 1000 atau yang disebut sebagai "skandal hadiah", Benjamin Netanyahu diduga "secara sistematis" menuntut hadiah senilai sekitar US$ 282.000 (Rp 4,1 miliar) dari donatur miliarder, termasuk Arnon Milchan dan pemilik resor Australia James Packer, dengan imbalan bantuan.
Berkas kedua, kasus 2000 yang berkaitan dengan kesepakatan Netanyahu dengan pemilik Koran Yediot Aharonot untuk meliput lebih baik berita-berita kabinetnya dengan imbalan pembatasan terhadap rival koran ini, Israel Hayom.
Berkas ketiga, kasus 3000 atau yang dikenal sebagai "The Submarine Affair" atau skandal kapal selam adalah skandal paling serius yang menjerat Benjamin Netanyahu. Meskipun Netanyahu bukan tersangka dalam kasus ini, tetapi tiga orang kepercayaannya terlibat.
Sementara berkas keempat dikenal dengan Kasus 4000 atau "Skandal Bezeq", skandal korupsi yang dimulai dengan laporan pengawas keuangan negara, yang diterbitkan pada Juli 2017, tentang hubungan Kementerian Komunikasi dan Bezeq, perusahaan raksasa telekomunikasi Israel.
Laporan menyebut bahwa Shlomo Filber, direktur jenderal Kementerian Komunikasi dan mantan asisten utama Benjamin Netanyahu, telah menyediakan Bezeq dengan dokumen-dokumen rahasia dan informasi lain dari mana perusahaan itu memperoleh keuntungan.
Skandal korupsi di antara petinggi rezim Zionis Israel berubah menjadi hal-hal yang biasa dan kerap terjadi. (MF)