Kebuntuan Turki di Idlib
-
Pasukan Turki di Suriah
Delegasi politik Rusia dan Turki berunding di Ankara untuk membahas situasi terbaru di Idlib Suriah.
Sebelumnya, delegasi kedua negara telah mengadakan pembicaraan dua kali di Ankara dan Moskow yang membahas tentang dinamika Idlib.
Para analis memandang operasi militer Turki baru-baru ini di Idlib merusak reputasi negara ini di mata publik dunia, dan menilainya sejalan dengan keinginan AS dan musuh-musuh Turki yang ingin melemahkan perekonomiannya.
Kini, situasi di Idlib telah menguras sumber daya nasionalnya untuk bertahan di wilayah Suriah itu demi menyelamatkan kelompok teroris yang berafiliasi dengan Ankara. Pasalnya, kelompok-kelompok teroris yang berada di Idlib dan wilayah Suriah lainnya cepat atau lambat akan dipaksa keluar dari negara itu atau menyerah kepada tentara Suriah.
Turki juga sangat menyadari bahwa kelompok-kelompok teroris ini, sebagaimana Al-Qaeda dan Daesh, tidak akan pernah diakui oleh orang-orang Suriah sebagai kelompok yang sah untuk berpartisipasi dalam membangun masa depan negaranya. Sebab kelompok-kelompok teroris tersebut melakukan banyak kejahatan di berbagai wilayah Suriah.
Selama bertahun-tahun, kelompok-kelompok teroris ini, termasuk yang didukung pemerintah Turki tidak hanya menghancurkan kepentingan nasional rakyat Suriah, tetapi juga berperan sebagai kaki tangan negara lain. Turki telah berulang kali memindahkan pasukan ini dari Suriah ke Libya selama terjadi krisis Libya demi kepentingan Ankara di negara kaya minyak itu.
Kelanjutan krisis Suriah dan intervensi non-konstruktif Turki dalam krisis tersebut hanya akan semakin mengguncang kawasan. Turki juga tidak bisa mengontrol dampak buruk dari ulahnya sendiri di negara tetangganya. Bagaimanapun ulah Ankara mendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah akan membahayakan kepentingan jangka panjang Turki di negara tetangganya itu.
Di sisi lain, Turki berharap untuk mendapatkan konsesi dari Rusia dengan bermain mendukung kelompok-kelompok teroris afiliasinya di Idlib dan merapat ke Barat. Akumulasi dari sepak terjang Ankara ini merepresentasikan masalah serius dalam kebijakan luar negeri Turki.
Barangkali sepintas Turki berhasil meyakinkan Barat supaya memenuhi tuntutannya. Tapi tampaknya strategi Turki akan menghadapi jalan buntu dalam waktu yang tidak terlalu jauh. Sebab, terulangnya permainan ini hanya akan menyebabkan ketidakpercayaan dalam hubungan Turki dengan pemain lainnya.
Tampaknya, Turki akan bertepuk sebelah tangan terhadap Rusia dalam masalah Idlib, yang akan menyeret Turki ke jalan buntu.(PH)