Kejahatan Baru Rezim Saudi di Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i82057-kejahatan_baru_rezim_saudi_di_yaman
Kejahatan rezim Al Saud yang memimpin koalisi agresor terhadap Yaman hingga kini terus berlanjut yang menimbulkan masalah besar bagi negara Arab tetangganya itu.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 06, 2020 16:33 Asia/Jakarta
  • Korban serangan udara rezim Al Saud di Yaman
    Korban serangan udara rezim Al Saud di Yaman

Kejahatan rezim Al Saud yang memimpin koalisi agresor terhadap Yaman hingga kini terus berlanjut yang menimbulkan masalah besar bagi negara Arab tetangganya itu.

Perang yang dikobarkan koalisi Saudi di Yaman akan memasuki bulan ke-64, tapi Riyadh tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri kejahatannya. Padahal, Yaman menghadapi masalah baru penyebaran Covid-19 di tengah rusaknya infrastruktur akibat serangan kubu agresor. Dilaporkan, saat ini saja lebih dari 20 juta orang Yaman menghadapi kelaparan.

Kombinasi kemiskinan dan kelaparan bersama dengan hancurnya infrastruktur kesehatan dan berbagai fasilitas publik lainnya menyebabkan penyebaran virus Corona menjadi ancaman baru di Yaman. Masalah ini berulangkali diperingatkan oleh PBB. Menurut statistik terbaru, 419 orang telah terinfeksi virus Corona di Yaman, dan 95 orang di antaranya meninggal dunia. Program Pembangunan PBB melaporkan lebih dari 20 juta orang Yaman menderita kelaparan dan kelaparan kronis, yang semakin berisiko tinggi di tengah penyebaran virus Corona. Tapi ironisnya, koalisi Saudi mengabaikan masalah ini, bahkan peringatan apapun termasuk dari PBB, dengan tetap melanjutkan penyerangan terhadap negara tetangganya itu.

Poin penting lainnya mengenai dibukanya Yaman setelah bertahun-tahun diblokade di tengah ancaman penyebaran Covid-19. Meskipun koalisi Saudi mengklaim langkah ini dilakukan dengan tujuan membantu Yaman, tapi di sisi lain menyebabkan banyak orang memasuki Yaman tanpa pengujian tes virus Corona. 

 

 

Serangan udara rezim Al Saud di Yaman

 

Dalam hal ini, Dewan Tinggi Urusan Kemanusiaan Pemerintahan Penyelamat Nasional Yaman mengumumkan bahwa Arab Saudi telah membawa 800 warga Somalia ke provinsi Al-Jawf Yaman tanpa karantina dan tes Covid-19, yang menyebabkan penyebaran virus berbahaya ini semakin tinggi di Yaman. 

Pada saat yang sama, rezim Al Saud terus-menerus melancarkan aksi pengeboman terhadap berbagai daerah Yaman, termasuk permukiman penduduk. Pemerintah Penyelamat Nasional Yaman telah berulangkali menyerukan diakhirinya pertempuran, karena meluasnya wabah Corona, bahkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mendesak diakhirinya konflik. Tapi semua seruan itu diabaikan Riyadh.

Meskipun koalisi agresor pimpinan Al Saud mengumumkan gencatan senjata pada 9 April 2020, tapi dalam praktiknya tidak dijalankan, karena aksi penyerangan dan pemboman terus berlanjut. Yahya Sarei, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan bahwa koalisi agresor Saudi telah melancarkan lebih dari 250 kali serangan di berbagai wilayah Yaman pekan lalu. Menurutnya, jumlah serangan udara yang dilancarkan oleh koalisi Saudi sejak 9 April hingga kini telah mencapai 1.836 kali.

Dalam kondisi kritis saat ini, sikap pasif komunitas internasional, terutama kekuatan Barat yang mengklaim sebagai pengibar hak asasi manusia menyebabkan koalisi Saudi semakin arogan untuk terus melanjutkan aksi kejahatannya di Yaman.(PH)