Ansarullah: AS Tidak Ingin Perdamaian Terwujud di Yaman
-
Mohammed Abdul Salam
Juru Bicara Ansarullah Yaman, Mohammed Abdul Salam menilai pemerintah AS tidak ingin perdamaian terwujud kembali di Yaman.
Jubir Ansarullah Yaman hari Senin (15/3/2021) mengatakan, Amerika Serikat tidak dapat meneriakkan slogan kemanusiaan dan menyatakan keprihatinan atas situasi kemanusiaan di Yaman.
"Sebab, mereka mendukung agresi dan blokade terhadap Yaman, dan juga memanaskan pasar untuk menjual produk militer demi meraih tujuan politiknya," ujar Abdul Salam.
Juru bicara Ansarullah Yaman menambahkan, "Jika pemerintah AS serius untuk mewujudkan perdamaian di Yaman, maka mereka harus mewajibkan agresor untuk mengakhiri perang dan blokade terhadap Yaman, sehingga upaya diplomatik akan membuahkan hasil,".
Pernyataan Mohammed Abdul Salam muncul setelah kantor Menteri Luar Negeri AS menghubungi Utusan Khusus PBB Urusan Yaman, Martin Griffiths untuk menyatakan keprihatinan atas situasi kemanusiaan yang mengerikan di Yaman.
Arab Saudi yang didukung Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lain mengobarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015 hingga kini, dan melancarkan blokade darat, laut, dan udara, yang menewaskan lebih dari 16.000 warga Yaman dan melukai puluhan ribu lainnya.(PH)