Arab Saudi Akui Kemampuan Rudal Yaman
-
Serangan rudal Yaman ke Arab Saudi
Menteri Informasi Saudi, Majid al-Qasbi mengakui kekuatan rudal Yaman dengan menyatakan bahwa negaranya menjadi sasaran 359 rudal balistik dari arah Yaman.
Majid al-Qasabi Rabu (31/3/2021) juga mengklaim sejauh ini sebanyak 589 UAV menargetkan berbagai titik di Arab Saudi.
Pejabat tinggi Saudi ini menyebut Serangan Houthi terhadap negaranya sebagai bentuk penentangan terhadap upaya perdamaian, termasuk yang disampaikan Riyadh.
Statemen tersebut mengemuka di saat Arab Saudi menjadi pihak pertama yang mengobarkan perang di Yaman dan Riyadh senantiasa menghalangi terwujudnya perdamaian dengan melanjutkan berbagai aksi militer dan blokadenya.
Yaman melancarkan serangan balasan terhadap Arab Saudi untuk mempertahankan dirinya.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree hari Jumat (26/3/2021) mengatakan, pasukan Yaman telah melancarkan serangan balasan ke wilayah Arab Saudi dengan menggunakan 18 pesawat tanpa awak dan delapan rudal balistik.
Menurutnya, di antara lokasi yang menjadi target serangan balasan adalah perusahan minyak Aramco di Ras Tanura, Yanbu, Rabigh, dan Jizan (Jazan), dan pangakalan udara King Abdulaziz.
Jubir Angkatan Bersenjata Yaman menjelaskan, perusahan minyak Aramco diserang dengan menggunakan 12 drone jenis Samad-3 dan delapan rudal balistik jenis Zolfighar, Badr dan Sair.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat bersama dengan beberapa negara lainnya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak tanggal 26 Maret 2015.
Jet-jet tempur Arab Saudi sejak awal invasi, menarget berbagai infrastruktur vital di berbagai daerah dan kota di Yaman. Pemboman yang dilancarkan hampir setiap hari itu telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang tewas, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Serangan tersebut juga menyebabkan puluhan ribu warga Yaman terluka dan lebih dari tiga juta lainnya terpaksa mengungsi. Lebih dari 80 persen insfrastruktur Yaman, terutama di sektor kesehatan, juga luluh lantak.
Blokade darat, laut dan udara oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi juga melipatgandakan penderitaan rakyat Yaman. Rezim Al Saud merupakan pemain utama yang menciptakan tragedi kemanusiaan di Yaman.(PH)