Borrell Akui Tekanan Maksimum terhadap Iran Gagal
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa mengakui kegagalan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran.
Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dalam tulisannya yang dimuat di surat kabar Financial Times hari Selasa (26/7/2022) mengungkapkan bahwa implementasi penuh dari perjanjian nuklir JCPOA sangat dipengaruhi oleh langkah mantan Presiden AS Donald Trump menarik keluar negaranya dari perjanjian ini, dan mengejar kebijakan sepihak "kampanye tekanan maksimum".
"Tapi tekanan maksimum gagal," tulis Borrell dan mengklaim bahwa anggota yang tersisa di JCPOA berusaha untuk mempertahankan perjanjian ini.
"Setelah 15 bulan negosiasi intensif dan produktif di Wina dan banyak interaksi dengan pihak JCPOA dan Amerika Serikat, saya datang ke kesimpulan bahwa ruang untuk kompromi penting tambahan telah berakhir," paparnya
Dia lebih lanjut kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa mengklaim, "Teks [JCPOA] ini adalah kesepakatan terbaik yang saya lihat mungkin sebagai fasilitator negosiasi,".
Dari sudut pandang Republik Islam Iran, apa yang dapat memastikan kesepakatan yang langgeng adalah pembatalan sanksi yang efektif dan menjamin kepentingan Iran. Berdasarkan prinsip tersebut, Iran juga telah mempresentasikan proposal dan inisiatif yang diperlukan untuk mencapai kesimpulan dari negosiasi.(PH)