Mayoritas Rakyat Ukraina Tolak Kompromi Teritorial dengan Rusia
Temuan jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa 87 persen orang Ukraina menentang penyerahan tanah negaranya ke Rusia dengan imbalan perdamaian.
Dua ratus tiga hari telah berlalu sejak awal perang di Ukraina dan haingga kini perang masih berlangsung.
Negara-negara Eropa dan Barat, terutama Amerika Serikat mengintensifkan tekanan sanksi terhadap Federasi Rusia dan memasok segala jenis senjata ringan dan berat ke Kiev yang menyulut api konflik terus berkobar di negeri ini.
Kantor berita Reuters mengutip hasil survei baru "Institut Sosiologi Internasional Kiev" hari Kamis (15/9/2022) mengungkapkan bahwa di semua provinsi Ukraina, mayoritas mutlak responden tidak bersedia menyerahkan tanah negara ini ke Rusia, bahkan dengan biaya memperpanjang perang.
Dalam jajak pendapat serupa di bulan Juli dan Mei, penentangan rakyat Ukraina terhadap kompromi semacam itu berkisar antara 82 hingga 84 persen.
Survei baru-baru ini dilakukan dari 7 hingga 13 September terhadap 2.000 responden yang bertepatan dengan kemenangan Ukraina baru-baru ini dalam merebut kembali sebagian besar daerah di provinsi Kharkiv.
Terlepas dari keberhasilan ini, Rusia masih menempati 20 persen wilayah Ukraina.
Menurut Reuters, jajak pendapat juga menunjukkan bahwa 57 persen orang Ukraina keturunan Rusia dan 85 persen orang Ukraina yang berbahasa Rusia menentang kompromi teritorial dengan Rusia, dan 24 persen orang keturunan Rusia di negara ini mendukung gagasan semacam itu.(PH)