Polisi Prancis Kerahkan Drone Pantau Kerusuhan
https://parstoday.ir/id/news/world-i148848-polisi_prancis_kerahkan_drone_pantau_kerusuhan
Menyusul kerusuhan di Prancis, polisi negara ini menggunakan drone untuk mengendalikan situasi dan memantau massa.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Jul 03, 2023 12:39 Asia/Jakarta
  • Polisi Prancis Kerahkan Drone Pantau Kerusuhan

Menyusul kerusuhan di Prancis, polisi negara ini menggunakan drone untuk mengendalikan situasi dan memantau massa.

Polisi Prancis telah mendapat izin untuk menggunakan drone di Paris dan banyak kota terdekat untuk memantau demonstrasi yang dimulai setelah terjadi pembunuhan seorang remaja oleh polisi negara ini.

Elizabeth Bourne, Perdana Menteri Prancis, menekankan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk memulihkan ketertiban nasional.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, dalam sikap terbarunya tentang protes yang meluas di negara ini, meminta menteri kabinetnya untuk mengerahkan semua kekuatan mereka demi memulihkan ketertiban dan perdamaian negara ini.

Sebelumnya, Macron menyalahkan protes di Prancis pada sejumlah remaja dan mengatakan bahwa orang-orang ini melakukan kerusuhan di bawah pengaruh jejaring sosial dan video game. Dia meminta orang tua Prancis untuk bertanggung jawab dan mencegah para remaja berada di jalanan.

Di sisi lain, Kementerian Dalam Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan hari Minggu mengumumkan akan membatasi akses ke Internet untuk lingkungan tertentu pada malam hari demi meredam aksi protes massa.

Berita ini diterbitkan beberapa jam setelah pengunjuk rasa menyerang rumah Vincent Jeanburn, Wali kota Lillerose, dengan sebuah mobil.

Seorang petugas polisi Prancis menembak dan membunuh seorang remaja berusia 17 tahun dan seorang sopir kurir Prancis keturunan Aljazair dan Maroko bernama Nahel Merzouk dalam kecelakaan lalu lintas pada Selasa dini hari, 27 Juni 2023.

Berita tentang kejadian ini menyulut unjuk rasa besar-besaran yang dibarengi aksi pembakaran gedung-gedung dan kendaraan pemerintah di berbagai kota di Prancis.(PH)