Prancis Naikkan Perwakilan Diplomatik Palestina Menjadi Kedutaan Besar
https://parstoday.ir/id/news/world-i187732-prancis_naikkan_perwakilan_diplomatik_palestina_menjadi_kedutaan_besar
Pars Today - Setelah penantian panjang, perwakilan diplomatik Palestina di Prancis akhirnya ditingkatkan menjadi kedutaan besar.
(last modified 2026-03-27T03:18:41+00:00 )
Mar 27, 2026 10:16 Asia/Jakarta
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron
    Presiden Prancis Emmanuel Macron

Pars Today - Setelah penantian panjang, perwakilan diplomatik Palestina di Prancis akhirnya ditingkatkan menjadi kedutaan besar.

Menurut laporan Pars Today mengutip Mehr, situs surat kabar regional Al-Quds Arabi, Hala Abu Huseira pada hari Rabu (25/03/2026) lalu menyerahkan surat kredensialnya sebagai kepala delegasi dan duta besar Palestina di Prancis kepada Presiden Prancis di Istana Elysee, dan Emmanuel Macron dalam tindakan bersejarah menerimanya yang menunjukkan pengembangan hubungan Prancis dan Palestina.

Berdasarkan laporan tersebut, protokol ini mengkonfirmasi bahwa delegasi Palestina di Paris, yang terletak di distrik ke-15, telah menjadi kedutaan besar penuh.

Hala Abu Hseira, 50 tahun, berasal dari Gaza dan lulusan Sekolah Nasional Manajemen, mengatakan kepada surat kabar Prancis Le Monde, “Ini adalah momen bersejarah, dan saya bangga pada rakyat saya yang telah membayar harga mahal. Langkah ini merupakan pengakuan atas hak dan pengorbanan mereka.”

Dubes Palestina juga menganggap keputusan Prancis semakin penting dalam situasi saat ini, dan berkata, “Ini adalah pesan yang menegaskan komitmen Prancis terhadap tradisi diplomatik dan hukum internasional yang harus menjadi dasar dari segalanya.”

Dengan peningkatan perwakilan Palestina, diharapkan staf diplomatik akan mendapat manfaat dari hak-hak yang tercantum dalam Konvensi Hubungan Diplomatik Wina tahun 1961, yang mengatur interaksi antar negara.

Perlu dicatat bahwa Prancis belum mengumumkan peningkatan perwakilannya di Otoritas Palestina.

Tugas diplomatik Prancis dilakukan melalui Konsulat Jenderal Prancis di Quds Timur, yang didirikan pada tahun 1932, yang memberikan layanan konsuler kepada warga negara “Israel” dan juga berfungsi sebagai konsulat untuk lembaga-lembaga Palestina di Ramallah, di Tepi Barat.

Pembentukan kedutaan Prancis di Ramallah dapat memicu protes keras dari Israel dan mengharuskan pemindahan diplomat dari Quds ke Ramallah, sesuatu yang dihindari oleh Paris mengingat posisi Israel mengenai Quds.(sl)