AS Klaim Netral dalam Sengketa di Laut Cina Selatan
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengabarkan kenetralan negaranya terkait sengketa di Laut Cina Selatan.
John Kerry dalam jumpa pers di kota Manila, ibukota Filipina, mengatakan, AS bersikap netral terkait sengketa teritorial di Laut Cina Selatan dan tidak memihak negara manapun. Demikian dilaporkan Kyodo, Kamis (28/7/2016).
Menlu AS membantah isu tentang upaya negaranya untuk menciptakan ketegangan di antara negara-negara yang berseteru mengenai kepemilikan wilayah di Laut Cina Selatan.
Kerry juga mengklaim bahwa AS meminta penyelesaian konflik di Laut Cina Selatan diselesaikan melalui jalur diplomatik.
Ia mengatakan, Washington menentang konfrontasi negara-negara yang bersitegang di Laut Cina Selatan dan mengecam langkah provokatif dari setiap pihak yanng berseteru dalam konflik ini.
Sebelumnya, Kerry telah bertemu dengan Rodrigo Duterte, Presiden Filipina pada hari Rabu dan membicarakan beberapa isu penting.
Perebutan wilayah di Laut Cina Selatan melibatkan klaim-klaim pulau dan wilayah kelautan pada beberapa negara berdaulat di wilayah ini, yaitu Brunei, Cina, Taiwan, Malaysia, Filipina dan Vietnam.
Laut Cina Selatan merupakan jalur pelayaran paling penting di dunia dan diyakini mengandung kekayaan minyak yang melimpah. (RA)