Penuhi Tuntutan Mahasiswa, Kampus Rachel Corrie, Divestasi Israel
May 14, 2024 16:26 Asia/Jakarta
-
Rachel Corrie, dan mahasiswa AS
Berdasarkan kesepakatan penting yang dicapai, sebuah komite akan dibentuk untuk mengkaji kebijakan investasi universitas, dan mempertimbangkan penarikan aset dari perusahaan-perusahaan yang diuntungkan dari pelanggaran hak asasi manusia berat atau pendudukan tanah Palestina.
Para demonstran di Oregon State University, di Olympia, mencapai kesepakatan dengan pihak universitas termasuk mengkaji penarikan investasi dari perusahaan-perusahaan yang diuntungkan dari pendudukan tanah rakyat Palestina.
Hal ini menjadikan Oregon State University, salah satu kampus Amerika Serikat, selain Universitas Brown, dan Universitas Northwestern, yang mencapai kesepakatan dengan para mahasiswa demonstran.
Pada saat yang sama, mahasiswa dan staf pengajar di beberapa kampus AS, masih melakukan demonstrasi mendukung Palestina, dan mengecam kejahatan Israel, termasuk di Universitas Washington.
Aksi-aksi demonstrasi tersebut menuntut gencatan senjata di Jalur Gaza, dan mengakhiri pendudukan terhadap tanah Palestina, dan baru-baru ini aksi itu terjadi di beberapa kampus lain seperti Universitas Gonzaga, dan Universitas Spokane.
Di University of California, UCLA, Universitas Columbia, dan kampus-kampus lain, para mahasiswa dan staf pengajar ditangkap, dan aksi mereka diserbu polisi.
Berbeda dengan perilaku polisi AS, di kampus-kampus lain, di UCLA, selama satu minggu demonstrasi, tidak ada satu pun mahasiswa yang ditangkap, tidak ada yang disiksa, atau dibawa ke pengadilan.
Berdasarkan kesepakatan penting yang dicapai, sebuah komite akan dibentuk untuk mengkaji kebijakan investasi universitas, dan mempertimbangkan penarikan aset dari perusahaan-perusahaan yang diuntungkan dari pelanggaran hak asasi manusia berat atau pendudukan tanah Palestina.
Komite kebijakan kedua yang bertugas untuk mencabut anggaran penelitian terkait dengan pendudukan ilegal di luar negeri atau anggaran yang membatasi kebebasan berpendapat atau membungkam kaum minoritas, akan dibentuk. Komite kedua ini akan menyampaikan masukan-masukan kebijakannya hingga musim gugur 2024.
Dua komite lain diusulkan untuk membentuk struktur baru guna mempertimbangkan ulang polisi universitas, dan akan mengawasi para perwira polisi Oregon.
Salah satu bagian dari kesepakatan, Rektor Oregon State University, akan mengirim email yang mendesak gencatan senjata antara Israel dan Hamas, pembebasan seluruh tawanan, dan perluasan bantuan kemanusiaan.
Universitas Oregon, juga sepakat untuk tidak menyetujui seluruh program pendidikan di luar negeri, di Israel, Gaza atau Tepi Barat, selama perang masih berlangsung.
Sehubungan dengan ini, dua demonstrasi minggu ini terjadi di Universitas Washington, yang masing-masing dilakukan oleh para mahasiswa penentang kejahatan Israel, terhadap rakyat Palestina, di Jalur Gaza.
Mereka menuntut pemutusan kerja sama finansial, dan akademik Universitas Washington, dengan Israel, dan Boeing.
Urgensitas Universitas Oregon, adalah karena para pejuang terkenal dan populer Amerika, yang melawan Israel, seperti Rachel Corrie, pernah belajar di kampus ini.
Rachel Corrie, 23 tahun, pada tahun 2003, berangkat ke Palestina, untuk melindungi rumah-rumah warga Palestina, di kota Rafah, Jalur Gaza, dari penghancuran, tapi pasukan Israel, secara keji menggilas tubuhnya dengan buldoser hingga gugur. (HS)