Akankah Los Angeles Jadi Arena Pemicu Perang Saudara Baru di AS?
https://parstoday.ir/id/news/world-i174002-akankah_los_angeles_jadi_arena_pemicu_perang_saudara_baru_di_as
Mengacu pada situasi yang bergejolak di California, Amerika Serikat, dan perintah Presiden Donald Trump untuk mengirim ribuan tentara guna menekan para demonstran, analis terkemuka Arab menilai perkembangan ini menjadi dasar terjadinya perang saudara baru di AS.
(last modified 2026-08-16T09:51:33+00:00 )
Jun 12, 2025 08:38 Asia/Jakarta
  • Akankah Los Angeles Jadi Arena Pemicu Perang Saudara Baru di AS?

Mengacu pada situasi yang bergejolak di California, Amerika Serikat, dan perintah Presiden Donald Trump untuk mengirim ribuan tentara guna menekan para demonstran, analis terkemuka Arab menilai perkembangan ini menjadi dasar terjadinya perang saudara baru di AS.

Tehran, Pars Today, Abdul Bari Atwan, analis terkemuka dunia Arab menulis dalam laporan analitisnya pada hari Selasa menyoroti perkembangan di Amerika Serikat dan bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan pasukan polisi di kota Los Angeles 

"Donald Trump pasti akan dikenang dalam sejarah sebagai presiden yang mengubah Amerika Serikat menjadi negara polisi dengan mengirimkan 2.000 pasukan Garda Nasional ke kota Los Angeles," tulis Tawan dalam analisisnya.

Trump telah menyerang Los Angeles untuk membebaskannya dari para imigran, yang sebagian besar berasal dari negara-negara Amerika Latin. Masalahnya, Trump memandang hak sah para imigran untuk memprotes dan berdemonstrasi secara damai terhadap undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintahannya terhadap para imigran dianggap sebagai kejahatan.

"Trump mengikuti jejak teman, sekutu, dan gurunya, yaitu Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis, yang bersama rekan-rekan kabinetnya, telah menggunakan kekuatan yang berlebihan terhadap Jalur Gaza. Trump tidak menghormati undang-undang yang telah memperkenalkan Amerika Serikat sebagai kekuatan besar. Ia juga tidak menghormati koeksistensi yang bebas dari kecenderungan rasis," tegas analis Arab ini.

Atwan menulis,"Los Angeles, ibu kota negara bagian California yang besar, telah menjadi zona perang skala penuh, dengan tank di mana-mana, dan tentara menyerang pusat-pusat komersial untuk menemukan imigran dan memenjarakan mereka dengan tidak manusiawi dan kejam, lalu mendeportasi mereka."

Trump membenci negara bagian California, dan ini karena alasan rasis dan politis karena merupakan negara bagian liberal dan sayap kiri yang penduduknya selalu memilih Partai Demokrat. Negara bagian ini merupakan salah satu basis utama Demokrat, dan sebagian besar penduduknya adalah orang Amerika Latin berkulit hitam. Gubernur negara bagian ini merupakan salah satu tokoh Demokrat yang populer di Amerika, dan peluangnya untuk memenangkan pemilihan presiden mendatang sangat tinggi.

Ia menambahkan,"Orang-orang ini adalah warga negara Amerika dan para penyerang adalah orang-orang kulit putih rasis yang sama yang datang dari Eropa dan melakukan kejahatan terhadap orang-orang Indian sebagai penduduk asli negara ini; mirip dengan apa yang dilakukan Netanyahu terhadap orang-orang Palestina di Gaza dan Tepi Barat, serta terhadap Suriah, Lebanon, dan Yaman."

Di bawah kekuasaan orang-orang rasis seperti Trump, Amerika menjadi negara yang paling diktator, rasis, dan tiran, dan mereka berada di balik sebagian besar perang di dunia dari Ukraina hingga Timur Tengah, Afghanistan, Libya, Yaman, dan segera di Asia Selatan.

Analis tersebut mengatakan,"Kebijakan Trump dan mafia Zionis yang dikemudikannya pasti akan menyebabkan keruntuhan Amerika dan ketidakstabilan keamanannya serta akan menyalakan api perang saudara di sana, dan langkah pertama dan besar di jalan ini adalah intervensi represif di Los Angeles ini."

Atwan menegaskan,"California adalah 'benua tersendiri' dengan ekonominya yang terbesar di dunia, dan serangan Trump dan pasukan Garda Nasional serta marinir terhadapnya tentu akan membuka jalan bagi negara bagian itu untuk memisahkan diri dari struktur federal Amerika Serikat, dan sebagai hasilnya, kemerdekaannya dan transformasinya menjadi negara adikuasa yang akan memimpin dunia di kemudian hari. Bukan tidak mungkin tetangganya di selatan, Texas, cepat atau lambat akan mengikuti jejak California."

Ia menyimpulkan dengan menulis,"Warga negara California yang bebas telah melawan pemerintahan apartheid Trump, sementara para penguasa Arab bersaing satu sama lain dengan triliunan dolar untuk menyelamatkan ekonomi Amerika yang bangkrut dan membayar suap kepada Trump."(PH)