Analis Maroko: Sektarianisme, Proyek Zionis di Asia Barat
Jul 28, 2025 08:00 Asia/Jakarta
Seorang analis Maroko memperingatkan bahwa rezim Zionis Israel sedang mengobarkan "wabah sektarianisme" di Asia Barat dengan mengeksploitasi perpecahan etnis dan agama.
Menurut Parstoday, mengutip ISNA, Hassan Aourid, seorang tokoh politik terkemuka Maroko, dalam sebuah artikel berjudul "Israel dan Pelepasan Wabah di Asia Barat", menganalisis peran rezim Zionis dalam memperparah perbedaan etnis dan agama di kawasan tersebut.
Merujuk pada serangan Israel ke Suriah dengan dalih mendukung etnis Druze di Sweida, dia meyakini adanya ancaman serius dan tak terelakkan terhadap integritas teritorial Suriah dan upaya pelemahan negara ini.
Aourid memperingatkan bahwa bahaya ini tidak terbatas pada Suriah dan tren ini dapat menyebar ke negara-negara lain di kawasan, termasuk Maroko.
Dia menilai peristiwa terbaru di Sweida dan intervensi langsung rezim Zionis di Suriah bukan sebagai peristiwa acak dan begitu saja terjadi, melainkan sebagai eksperimen dalam merancang ulang kawasan; sesuatu seperti Sykes-Picot baru, tetapi jauh lebih dalam dan lebih kompleks daripada pembagian kolonial awal, yang bertujuan untuk membagi yang telah terpecah dan memecah atas apa yang telah terpecah belah.
Pakar Maroko ini menganggap perkembangan ini bukan sekadar ledakan sektarian, melainkan sindrom berbahaya yang berupaya mengubah geografi politik kawasan berdasarkan batas-batas agama dan etnis; sebuah fenomena yang bahkan dapat mencakup wilayah barat dunia Arab.
Dalam artikelnya, Aourid menekankan bahwa gagasan pembentukan negara-negara Asia Barat berdasarkan suku telah lama diungkapkan dalam literatur strategis rezim Zionis dan kini telah diangkat dari tataran teoretis menjadi kebijakan resmi.
Pakar politik ini menekankan bahwa poin baru dalam strategi rezim Zionis ini adalah kita tidak lagi dihadapkan pada spekulasi riset atau analisis lembaga pemikir, namun Israel terlibat langsung dalam proyek sektarian melalui tindakan-tindakan seperti pergerakan militer di Suriah, pendudukan Dataran Tinggi Golan, pengeboman pinggiran kota Damaskus, tekanan terhadap Lebanon, dan ancaman berkelanjutan terhadap Yordania.
"Yang menyuburkan wabah sektarianisme adalah eksploitasi eksternal atas perbedaan dan mempersenjatai kelompok-kelompok sektarian. Wabah ini tumbuh dalam masyarakat yang tidak menikmati (memiliki) keamanan identitas, " tulisnya. (RA)
Tags