Shutdown Pemerintah AS: Sepertiga Staf Gedung Putih Cuti Tanpa Bayaran
-
Gedung Putih
Pars Today - Gedung Putih mengumumkan bahwa lebih dari sepertiga stafnya akan dirumahkan akibat penutupan pemerintah.
Gedung Putih telah mengumumkan bahwa sekitar sepertiga stafnya akan dirumahkan akibat penutupan pemerintah federal AS.
Menurut laporan Pars Today, 554 dari 1.733 pegawai Gedung Putih akan absen sementara dari pekerjaan.
Penutupan sebagian pemerintah federal AS dimulai pada tengah malam tanggal 1 Oktober ketika Partai Republik yang berkuasa dan Partai Demokrat yang beroposisi di Kongres gagal mencapai kesepakatan mengenai beberapa masalah pengeluaran, termasuk perawatan kesehatan.
Kedua partai saling menuduh memperpanjang dan memolitisasi krisis.
Sejak tahun 1977, anggaran pemerintah telah dipotong lebih dari 20 kali akibat ketidaksepakatan antara Gedung Putih dan Kongres.
Penutupan pemerintah terlama terjadi selama masa jabatan pertama Trump dan berlangsung selama 35 hari, dari 22 Desember 2018 hingga 25 Januari 2019.
Para analis memperingatkan bahwa penutupan pemerintah AS dapat menimbulkan tantangan serius bagi perekonomian dan pasar keuangan negara ini.
Reuters mengutip para analis yang mengatakan bahwa para investor telah mengantisipasi risiko penutupan pemerintah AS selama berminggu-minggu dan setelah terjadi, mereka berharap penutupan itu hanya akan berlangsung sebentar.
Menurut laporan ini, jika penutupan pemerintah berlanjut setidaknya selama beberapa minggu, Federal Reserve mungkin akan kebingungan dalam menentukan arah kebijakan moneter, karena bank sentral akan kehilangan data pemerintah untuk memandu keputusannya. Jika kondisi ini berlanjut dan semakin lama penutupan berlangsung, semakin besar dampak negatifnya terhadap pertumbuhan ekonomi.(sl)