Kuba Menentang Penjualan Senjata AS ke Taiwan
https://parstoday.ir/id/news/world-i183190-kuba_menentang_penjualan_senjata_as_ke_taiwan
Pars Today - Menteri Luar Negeri Kuba mengkritik rencana AS untuk penjualan senjata skala besar ke Taiwan dan memperingatkan bahwa langkah itu "mengancam kedaulatan Tiongkok".
(last modified 2025-12-29T09:36:11+00:00 )
Des 29, 2025 16:34 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez
    Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez

Pars Today - Menteri Luar Negeri Kuba mengkritik rencana AS untuk penjualan senjata skala besar ke Taiwan dan memperingatkan bahwa langkah itu "mengancam kedaulatan Tiongkok".

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mengumumkan dalam sebuah pesan di akun media sosial X-nya, "Kami menentang rencana pemerintah AS untuk penjualan senjata skala besar ke Taiwan."

Menteri Luar Negeri Kuba menambahkan, "Langkah AS ini mengancam kedaulatan Tiongkok dan perdamaian serta stabilitas di kawasan Asia-Pasifik."

Rodriguez menekankan, "Kuba menegaskan kembali komitmen teguhnya terhadap prinsip "Satu China" dan mengakui Taiwan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayahnya.

AS baru-baru ini menyetujui penjualan senjata senilai $11,1 miliar ke Taiwan, yang merupakan paket senjata terbesar Washington untuk pulau ini.

Selain itu, dalam reaksi keras terhadap konfirmasi penjualan senjata itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun memperingatkan Amerika Serikat bahwa terus mempersenjatai pulau itu sama dengan "bermain api" dan akan memiliki konsekuensi serius bagi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Di sisi lain, ketegangan antara Tiongkok dan Taiwan meningkat menyusul penjualan senjata AS ke wilayah ini, dan Beijing telah mengeluarkan peringatan serius kepada pasukan intervensi asing dengan mengadakan latihan militer.

Militer Tiongkok telah mengerahkan pasukan udara, angkatan laut, dan rudal untuk melakukan latihan militer gabungan di sekitar Taiwan. Tindakan yang digambarkan Beijing sebagai "peringatan serius" terhadap pasukan separatis dan "intervensi asing".

Latihan ini dilakukan setelah Beijing menyatakan ketidakpuasannya terhadap penjualan senjata AS ke wilayah ini dan pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Perdana Menteri Jepang sebelumnya mengatakan bahwa militer Jepang mungkin akan mengambil tindakan jika Tiongkok mengambil tindakan terhadap Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa latihan respons cepat sedang berlangsung dan pasukan dalam keadaan siaga penuh untuk mempertahankan wilayahnya.

Latihan akan diadakan di Selat Taiwan dan daerah-daerah di utara, barat daya, tenggara, dan timur Pulau Taiwan, kata militer Tiongkok dalam sebuah pernyataan.

Kegiatan-kegiatan ini akan berfokus pada patroli kesiapan tempur angkatan laut dan udara, perolehan superioritas komprehensif bersama, dan blokade pelabuhan-pelabuhan utama, demikian pernyataan itu.(sl)