Kemlu RI: Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS Ciptakan Preseden Berbahaya
https://parstoday.ir/id/news/world-i183694-kemlu_ri_penangkapan_presiden_venezuela_oleh_as_ciptakan_preseden_berbahaya
Pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan terkait serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang disertai penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Indonesia menilai hal ini menciptakan preseden berbahaya.
(last modified 2026-01-06T08:01:42+00:00 )
Jan 06, 2026 13:07 Asia/Jakarta
  • Kemlu RI: Penangkapan Presiden Venezuela oleh AS Ciptakan Preseden Berbahaya

Pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan terkait serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela yang disertai penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Indonesia menilai hal ini menciptakan preseden berbahaya.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang dikutip dari X, Minggu 4 Januari 2026 menyatakan, “Pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela,”.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan,”tegasnya.

“Langkah itu berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi,” tambah pernyataan itu.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa ikut menanggapi serangan militer AS terhadap ibu kota Caracas dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Purbaya pun menilai kondisi ini memperlihatkan bahwa hukum dunia saat ini aneh. Dia pun mempertanyakan bagaimana bisa sebuah negara menyerang negara lain yang berdaulat. Ini menggambarkan bahwa peran dan pengawasan PBB lemah.

"Hukum dunia agak aneh sekarang, negara bisa nyerang negara lain yang berdaulat dan seperti bisa gate away dari pengawasan PBB. PBB-nya lemah sekarang," ujar Purbaya di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

Meskipun demikian, Purbaya melihat kondisi AS dan Venezuela ini tidak akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia, termasuk ke pasar saham dan nilai tukar rupiah.

Menurutnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat positif di saat ada kejadian serangan AS ke Venezuela.

"Anda lihat pasar saham malah naik kan? jadi mereka melihat justru sedikit positif kan, agak aneh sebenarnya, tapi itu dilihat pasar," kata Purbaya.

Adapun, dampaknya terhadap harga minyak juga tidak akan signifikan. Saat ini, kata Purbaya, Venezuela hanya sedikit memproduksi minyak sehingga tidak akan berdampak pada suplai minyak global.

Sementara itu, AS juga telah mulai pengeboran minyak baru di Alaska. Ini dipastikan akan memperkuat pasokan minyak sehingga tidak akan mendorong naik harga minyak global.

"Mungkin mereka pikir akan turun suplainya tapi kan Amerika sudah izinkan drilling di Alaska jadi nggak pengaruh ke suplai. Ke depan kalau dijalankan peningkatan produksinya akan bagus juga buat harga minyak dan suplai dunia," kata Purbaya.

Setelah diculik dari negaranya sendiri oleh pasukan AS, Presiden Nicolas Maduro tiba di Amerika Serikat pada Sabtu malam waktu setempat dan dibawa ke Metropolitan Detention Center, New York.(PH)