Amerika Menentang Pembentukan Koridor Utara-Selatan
https://parstoday.ir/id/news/world-i184392-amerika_menentang_pembentukan_koridor_utara_selatan
Pars Today – Ketua Dewan Tinggi Strategis Konsorsium Transit Koridor Utara–Selatan dan Timur menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menginginkan terbentuknya koridor Utara–Selatan.
(last modified 2026-01-20T12:48:38+00:00 )
Jan 20, 2026 19:45 Asia/Jakarta
  • Mehdi Safari
    Mehdi Safari

Pars Today – Ketua Dewan Tinggi Strategis Konsorsium Transit Koridor Utara–Selatan dan Timur menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak menginginkan terbentuknya koridor Utara–Selatan.

Mehdi Safari, Ketua Dewan Tinggi Strategis Konsorsium Transit Utara–Selatan dan Timur, dalam rapat dewan strategis konsorsium tersebut mengatakan bahwa Amerika Serikat berupaya mengaktifkan jalur Basra menuju utara Irak, Turki, dan Kaukasus sebagai jalur paralel koridor Utara–Selatan, dan pada prinsipnya Washington tidak ingin koridor Utara–Selatan terbentuk.

 

Safari menambahkan bahwa Rusia setiap tahun memiliki 250 juta ton kargo, dan sekitar 60 juta ton di antaranya ingin diekspor ke negara lain melalui Iran. Jika koridor Utara–Selatan dioperasikan, potensi transit kargo Rusia bahkan dapat meningkat hingga 100 juta ton.

 

Ketua Dewan Tinggi Strategis Konsorsium Transit Utara–Selatan dan Timur itu juga mengatakan bahwa saat ini lima kereta per minggu bergerak dari Tiongkok menuju Iran. Pihak Tiongkok menginginkan agar gerbong‑gerbong mereka kembali dalam keadaan penuh—dengan kata lain, arus kargo dua arah—dan bahkan telah menyiapkan sejumlah insentif.

 

Koridor Utara–Selatan (INSTC) adalah jaringan transportasi multimoda (darat, rel, dan laut) yang menghubungkan India dengan Rusia dan Eropa Utara. Koridor ini menjadi alternatif bagi Terusan Suez dengan mempersingkat rute melalui Iran dan Laut Kaspia, secara signifikan mengurangi waktu serta biaya pengiriman barang, dan menjadikan Iran sebagai pusat transit utama di kawasan Eurasia.

 

 

Peningkatan Pelabuhanpelabuhan Iran ke Generasi Ketiga

 

Berita lain menyebutkan bahwa hingga akhir Program Pembangunan Ketujuh, tiga pelabuhan—Shahid Rajaei di Provinsi Hormozgan, Imam Khomeini di Provinsi Khuzestan di selatan Iran, dan Amirabad di Provinsi Mazandaran di utara Iran—akan ditingkatkan menjadi pelabuhan generasi ketiga.

 

Dalam pelabuhan generasi ketiga, indikator terpenting adalah keberadaan industri di sekitar kawasan pelabuhan. Selain itu, modernisasi layanan kepelabuhanan dengan teknologi baru serta penggunaan luas teknologi informasi juga menjadi ciri utama pelabuhan generasi ini.

 

Iran, dengan lebih dari 5.800 kilometer garis pantai dan akses ke perairan internasional melalui Teluk Persia dan Laut Oman, memiliki posisi yang sangat strategis dalam industri transportasi laut.

 

Menurut para ahli, negara‑negara tetangga di utara Iran umumnya terkurung daratan dan untuk mengakses perairan bebas serta mengembangkan perdagangan mereka, mereka memilih—dan pada banyak kasus terpaksa—memanfaatkan akses pelabuhan Iran. Karena itu, pengembangan dan peningkatan kualitas pelabuhan nasional dianggap sebagai langkah kunci untuk menjadikan Iran sebagai pusat transit barang di kawasan. (MF)