Mengapa Trump Mengancam Para Legislator AS?
https://parstoday.ir/id/news/world-i185338-mengapa_trump_mengancam_para_legislator_as
Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengancam anggota parlemen yang memberikan suara untuk mencabut tarif terhadap Kanada.
(last modified 2026-02-12T07:54:05+00:00 )
Feb 12, 2026 14:52 Asia/Jakarta
  • Mengapa Trump Mengancam Para Legislator AS?

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengancam anggota parlemen yang memberikan suara untuk mencabut tarif terhadap Kanada.

Melalui akun media sosialnya, Truth Social, Trump menulis:"Setiap anggota Partai Republik, baik di DPR maupun Senat, yang memberikan suara melawan tarif akan menghadapi konsekuensi serius bahkan pada tahap awal pemilu."

DPR AS pada Rabu, 11 Februari, menyetujui pencabutan tarif yang diterapkan oleh pemerintahan Trump terhadap Kanada, dengan 219 suara setuju dan 211 suara menolak.

Sebelumnya, pada Selasa, 10 Februari, DPR AS juga menolak upaya pemimpin Partai Republik untuk memblokir kemungkinan tantangan hukum terhadap tarif yang diterapkan Trump. Dengan dukungan beberapa anggota Partai Republik dan seluruh anggota Partai Demokrat, DPR menolak proposal yang mencegah pengajuan rancangan dan resolusi terkait tarif perdagangan. Hasilnya, jalur untuk meninjau rancangan pencabutan tarif terbuka kembali, dengan suara 217 menolak dan 214 mendukung.

Dan Bacon, anggota Partai Republik dari Nebraska, yang menolak rancangan tersebut, menyatakan:"Tarif memiliki dampak negatif bersih terhadap ekonomi dan pada dasarnya merupakan pajak berat yang dibebankan kepada konsumen, produsen, dan petani Amerika."

Para Demokrat kini berharap dapat melanjutkan upaya untuk mencabut status darurat nasional, yang sebelumnya digunakan Trump untuk memberlakukan tarif terhadap produk Kanada. Mereka juga berencana mengajukan resolusi untuk mencabut tarif terhadap Meksiko dan negara lain. Mike Johnson, Ketua DPR AS, menyebut langkah ini penting, terutama menjelang kemungkinan putusan Mahkamah Agung mengenai legalitas tarif tersebut.

Sebelumnya, Trump secara mendadak menerapkan tarif 35 persen terhadap impor Kanada, salah satu mitra dagang utama AS, dan bahkan mengancam tarif 100 persen jika Kanada menjalin kesepakatan dagang dengan China.

Trump mengklaim bahwa kebijakan tarifnya berhasil: defisit perdagangan turun 78 persen, Dow Jones mencapai 50.000, dan S&P 500 menyentuh 7.000—angka yang dianggap mustahil setahun lalu. Trump menegaskan bahwa tarif memberikan keamanan ekonomi dan nasional, dan tidak seorang pun Partai Republik boleh menghapus keuntungan tersebut.

Respons keras Trump terhadap pencabutan tarif mencerminkan ketegangan baru dalam politik AS, antara kebijakan ekonomi proteksionis dan pendekatan perdagangan bebas. Ancaman Trump bisa dipahami sebagai upaya mempertahankan produksi domestik dan kedaulatan ekonomi, serta sebagai strategi politik untuk menunjukkan dirinya sebagai pembela kepentingan pekerja dan produsen Amerika.

Dampak dari ketegangan ini dapat muncul pada beberapa level:

Dalam negeri: meningkatnya perbedaan politik dan ketegangan antara legislatif dan tokoh politik berpengaruh, yang bisa memperumit proses pengambilan keputusan ekonomi.

Hubungan luar negeri: ketegangan dapat memengaruhi hubungan dagang AS-Kanada, terutama jika ancaman tersebut menjadi tekanan nyata atau mendorong kembalinya tarif.

Peristiwa ini menegaskan adanya perdebatan berkelanjutan tentang arah kebijakan ekonomi AS, antara pendukung perdagangan bebas dan mereka yang menekankan proteksi terhadap produksi dalam negeri. Perbedaan ini berpotensi memengaruhi kebijakan dagang jangka panjang, kepercayaan investor, dan hubungan dengan sekutu strategis.(PH)