Soal Latihan Militer, Rusia Minta AS tidak Usil
Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Amerika Serikat membuat kegaduhan terkait latihan militer Rusia.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (27/8/2016), Kemenlu Rusia menambahkan AS lebih baik menjawab kritikan dalam bidang pengawasan senjata ketimbang menyuarakan keprihatinan atas latihan kesiapan militer Rusia. Demikian dilaporkan IRNA dari Moskow.
"Keprihatinan Pentagon tentang latihan militer Rusia tidak berdasar dan pendekatan ini telah menjadi sebuah hal yang lumrah bagi Washington," tambahnya.
Statemen itu menandaskan bahwa Moskow secara penuh melaksanakan komitmen internasionalnya di bidang kontrol senjata termasuk perjanjian Wina dan mengabarkan para sekutunya tentang rencana latihan militer.
Moskow juga menilai pandangan Washington terkait ancaman Rusia terhadap Ukraina, tidak tepat dan AS dengan cara ini ingin menciptakan masalah bagi Rusia.
Sebelum ini, juru bicara Pentagon mengatakan bahwa AS prihatin atas latihan kesiapan militer Rusia dan berharap Moskow akan memenuhi kewajibannya mengenai pengawasan senjata dan transparansi.
"Kami berharap Rusia akan mematuhi semua kewajiban dan komitmen berdasarkan perjanjian yang ada pada kontrol senjata dan membangun kepercayaan," tegas Michelle Baldanza.
Rusia sejak Kamis lalu memulai latihan skala besar di daerah-daerah yang berbatasan dengan Eropa untuk mengukur kesiapan pasukan dalam merespon ancaman potensial. (RM)