The Guardian: Krisis Rudal Patriot Global Ekspos Kelemahan Ukraina, Iran Seret Stok
https://parstoday.ir/id/news/world-i190876-the_guardian_krisis_rudal_patriot_global_ekspos_kelemahan_ukraina_iran_seret_stok
Pars Today - Sebuah laporan oleh The Guardian mengungkap bahwa Rusia mengeksploitasi kelangkaan global rudal pencegat Patriot yang kritis untuk mengintensifkan serangan udaranya terhadap Ukraina. Kekurangan ini semakin parah akibat perang baru-baru ini melawan Iran.
(last modified 2026-06-06T16:42:11+00:00 )
Jun 03, 2026 15:05 Asia/Jakarta
  • Patriot AS
    Patriot AS

Pars Today - Sebuah laporan oleh The Guardian mengungkap bahwa Rusia mengeksploitasi kelangkaan global rudal pencegat Patriot yang kritis untuk mengintensifkan serangan udaranya terhadap Ukraina. Kekurangan ini semakin parah akibat perang baru-baru ini melawan Iran.

Dilansir IRNA, 3 Juni 2026, menurut laporan yang dirilis pada 2 Juni 2026, konflik AS-Israel dengan Iran telah menghabiskan hampir sepertiga dari stok rudal pencegat Patriot global. Negara-negara Teluk Persia, sebagai sekutu utama AS, diperkirakan telah menembakkan lebih dari 1.100 rudal Patriot. Pengurasan ini telah menciptakan "celah kerentanan" yang signifikan, terutama bagi Ukraina yang sangat bergantung pada sistem ini untuk menangkis rudal balistik Rusia.

"Ini bukan situasi yang baik," kata Phillips O'Brien, seorang profesor studi strategis di Universitas St Andrews. Ukraina sebelumnya telah dilanda kelangkaan pasokan setelah pemerintahan Trump menunda pengiriman. Kini, gudang global yang menipis memberikan keuntungan taktis bagi Moskow.

Volodymyr Zelensky mengakui bahwa kekurangan rudal Patriot telah mencapai "batas ekstrem". Ia secara pribadi meminta kepada Presiden Trump untuk mendapatkan lisensi produksi di Ukraina, dengan alasan bahwa produksi 60 rudal per bulan oleh AS "bukan apa-apa" dibandingkan dengan volume serangan Rusia.

"Dalam hal mempertahankan diri dari rudal balistik, kami hampir sepenuhnya bergantung pada AS," kata Zelensky, seraya memperingatkan bahwa kehabisan rudal akan berakibat fatal bagi keamanan Eropa.

Laporan tersebut mencatat bahwa krisis ini bukan hanya masalah Ukraina. Kekurangan ini juga mengganggu kesiapan NATO, dengan Jerman, Belanda, Polandia, dan Swedia termasuk di antara negara-negara yang menggunakan sistem Patriot dan kini menghadapi potensi kerentanan di tengah meningkatnya ancaman Rusia.

Analis pertahanan Mark Cancian dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) menjelaskan bahwa negara-negara Teluk Persia sekarang berlomba untuk mengamankan sisa pasokan yang terbatas, sehingga menciptakan lingkungan yang sangat kompetitif untuk mendapatkan amunisi.

Peringatan ini muncul ketika Ukraina terus-menerus menjadi sasaran rudal hipersonik dan balistik Rusia, dengan pasukan Kyiv sangat kekurangan pencegat untuk melindungi infrastruktur listrik mereka menjelang musim dingin lainnya.

Perang melawan Iran telah meninggalkan luka yang mendalam pada persenjataan pertahanan udara Barat. Dengan stok Patriot yang terkuras dan laju produksi global yang lambat (sekitar 500-600 rudal per tahun), Rusia memanfaatkan momen ini untuk menekan Ukraina. Ini bukan sekadar kekalahan Ukraina; ini adalah "celah kerentanan" strategis yang mempengaruhi seluruh aliansi NATO, sebuah bukti betapa besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh konflik Iran terhadap arsitektur keamanan global.(Sail)