Skuad Kiwi Tak Mau "Overthinking": Hadapi Iran dengan Persiapan Normal
https://parstoday.ir/id/news/world-i191552-skuad_kiwi_tak_mau_overthinking_hadapi_iran_dengan_persiapan_normal
Pars Today - Pelatih tim nasional sepak bola Selandia Baru mengatakan, "Sejujurnya, untuk pertandingan ini, kami bersikap seperti biasa; persis seperti persiapan untuk semua pertandingan internasional lainnya, dan kami tidak melakukan sesuatu yang berbeda."
(last modified 2026-06-15T07:43:23+00:00 )
Jun 15, 2026 14:40 Asia/Jakarta
  • Darren Bazeley, pelatih tim nasional Selandia Baru
    Darren Bazeley, pelatih tim nasional Selandia Baru

Pars Today - Pelatih tim nasional sepak bola Selandia Baru mengatakan, "Sejujurnya, untuk pertandingan ini, kami bersikap seperti biasa; persis seperti persiapan untuk semua pertandingan internasional lainnya, dan kami tidak melakukan sesuatu yang berbeda."

Melansir IRNA, 15 Juni 2026, ParsToday melaporkan bahwa Darren Bazeley, pelatih tim nasional Selandia Baru, dalam konferensi pers dini hari Senin (15/6) sebelum pertandingan melawan Iran, mengatakan:

"Kondisi kami baik dan telah melalui persiapan yang matang. Kami memiliki motivasi tinggi dan sudah lama menanti untuk kembali ke Piala Dunia. Semua pemain juga dalam kondisi bugar."

Mengenai cedera Matt Garbett, ia mengatakan, "Saya harus katakan bahwa dia mengalami masalah pada hamstring kemarin, dan staf medis kami terus memantaunya. Matt sangat suka berlatih, dan dia kecewa karena tidak bisa berlatih hari ini. Kami menunggu laporan akhir dari tim medis untuk mengambil keputusan tentang dirinya."

Pelatih Selandia Baru menegaskan terkait pertandingan melawan Iran, "Sejujurnya, untuk pertandingan ini, kami bersikap seperti biasa; persis seperti persiapan untuk semua pertandingan internasional lainnya, dan kami tidak melakukan sesuatu yang berbeda. Tentu saja ini Piala Dunia, dan di hadapan kami ada pertandingan penting. Kami ingin tampil baik di kompetisi ini."

Bazeley mengakhiri dengan mengatakan, "Saya berharap banyak penonton yang datang ke stadion. Kami datang ke sini untuk bermain di atmosfer seperti ini, dan semua pemain lebih suka bermain dalam kondisi seperti ini."

Bazeley dengan sengaja memilih nada "biasa-biasa saja" di depan media. Ini adalah taktik klasik pelatih underdog untuk mengurangi tekanan pada timnya. Bagaimanapun, Selandia Baru adalah tim debutan yang lolos otomatis karena peningkatan kuota OFC. Rekor uji coba mereka juga kurang meyakinkan: dalam 11 pertandingan uji coba sejak kualifikasi, All Whites hanya menang 1 dan kalah 8.

Statistik ini mungkin menjelaskan mengapa Bazeley sangat berhati-hati dengan target timnya. Meskipun mereka lolos ke putaran final, dari sinilah ujian sesungguhnya dimulai, melawan lawan yang jauh lebih kuat di atas kertas. Ia tidak berani mengumbar target muluk-muluk.

Sebaliknya, Iran datang dengan status berbeda. Tim Melli berada di puncak klasemen Grup A dan diunggulkan dalam pertandingan ini. Poin penting yang perlu diperhatikan adalah: Selandia Baru juga mencatatkan rekor sempurna di kualifikasi OFC (menang semua 5 pertandingan dengan selisih gol +28). Namun ketika dihadapkan pada uji coba melawan lawan dari konfederasi lain, tim ini justru keteteran.

Jadi, apakah Bazeley benar-benar santai, atau hanya berpura-pura? Jawabannya ada di lapangan nanti. Tetapi yang jelas: status sebagai tim dengan peringkat terendah di turnamen ini membuatnya tidak punya pilihan selain bersikap rendah hati, meskipun di atas kertas mereka juga bertekad mencari kemenangan bersejarah.(Sail)