Pernyataan G7: Sambut Kesepakatan Iran, Tapi Bawa Agenda Terselubung
-
Kelompok G7
Pars Today – Para pemimpin G7, dalam sebuah pernyataan yang bermusuhan dan dengan mengulangi sikap-sikap ambisius, menyambut baik kesepakatan Iran dan AS.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, para pemimpin G7 pada Rabu (17/6) dini hari waktu Tehran di Prancis, dengan mengeluarkan pernyataan akhir, menyambut baik pengumuman kesepahaman antara AS dan Iran.
Dalam pernyataan ini, meskipun Iran berulang kali menegaskan tidak membuat senjata nuklir, disebutkan: "Kesepahaman AS dan Iran telah menyediakan kesempatan bersejarah untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir."
Sementara itu, meskipun masalah rudal dan dukungan Iran terhadap arus perlawanan di kawasan sama sekali tidak disebutkan dalam nota kesepahaman, para pemimpin G7 menganggap kesepahaman ini sebagai kesempatan untuk "menghadapi ancaman-ancaman yang berasal dari aktivitas regional dan program rudal balistik Iran."
Mereka juga menyatakan kesiapan mereka untuk membantu implementasi hasil dan ketentuan-ketentuan kesepakatan ini.
Kelompok ini juga mengklaim bahwa negosiasi mendatang akan mendapat manfaat dari partisipasi dan kerja sama mitra-mitra regional dan internasional yang relevan, termasuk Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
G7 juga menyambut baik "inisiatif pertahanan independen dan multinasional" yang dipimpin oleh Prancis dan Inggris untuk memfasilitasi dimulainya kembali lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dan menilainya sebagai langkah efektif untuk melindungi kapal-kapal komersial, meyakinkan perusahaan pelayaran, dan membantu verifikasi pembersihan penuh jalur air dari ranjau laut. Tuntutan ambisius ini disampaikan sementara Republik Islam Iran telah berulang kali menegaskan bahwa kendali Selat Hormuz dan proses pelayaran hanya akan dilakukan dengan partisipasi Iran dan Oman.
Di bagian lain dari pernyataan ini disebutkan bahwa negara-negara G7 akan mempercepat proses diversifikasi sumber dan jalur pasokan energi untuk mengurangi kerentanan akibat ketergantungan pada Selat Hormuz.
Para pemimpin negara-negara G7 kemudian, dengan menyatakan sikap anti-perlawanan Lebanon, mengklaim: "Kami mendukung pemberlakuan segera dan abadi gencatan senjata di Lebanon dan upaya-upaya untuk memonopoli senjata di tangan pemerintah." (MF)