PM Pakistan: Kesepakatan Bersejarah Islamabad antara Iran dan AS Mulai Berlaku
-
PM Pakistan, Shehbaz Sharif
Pars Today - Perdana Menteri Pakistan, dalam sebuah pesan, menegaskan bahwa Kesepakatan Bersejarah Islamabad antara Iran dan AS, dengan penandatanganan oleh para presiden kedua negara, mulai berlaku.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, di akun media sosial X-nya menulis: "Dengan bangga saya umumkan bahwa hari ini 'Nota Kesepahaman Bersejarah Islamabad' ditandatangani secara elektronik antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran." "Nota kesepahaman ini telah ditandatangani oleh para presiden terhormat kedua negara dan juga telah disahkan oleh saya sebagai mediator." "Penandatanganan kesepakatan ini di tingkat tertinggi pemerintah-pemerintah terkait menunjukkan komitmen kedua pihak untuk penyelesaian diplomatik sengketa ini."
Shehbaz Sharif menambahkan: "Nota Kesepahaman Islamabad akan segera berlaku, dan pada langkah pertama, Republik Islam Iran akan membuka kembali Selat Hormuz, dan AS juga akan segera mencabut blokade laut."
Perdana Menteri Pakistan melanjutkan: "Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Ayatullah Sayid Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Agung Republik Islam Iran, dan Masoud Pezeshkian, Presiden Iran, atas kebijaksanaan, pandangan jauh ke depan, dan kecerdasan politik mereka dalam menerima jalur perdamaian." "Saya juga menghargai upaya tim negosiator Iran, termasuk Mohammad Bagher Ghalibaf, Sayid Abbas Araghchi, dan Eskandar Momeni, yang kesabaran, ketekunan, dan komitmen mereka terhadap interaksi konstruktif memainkan peran mendasar dalam mewujudkan kesepakatan ini."
Naskah Nota Kesepahaman untuk mengakhiri perang agresif AS - rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran, pada dini hari Kamis (18 Juni 2026), ditandatangani secara digital dan tanpa kehadiran fisik oleh Masoud Pezeshkian dan Donald Trump, presiden Iran dan AS. (MF)