AS: Negosiasi Israel-Lebanon Mencakup Politik dan Militer
https://parstoday.ir/id/news/world-i191974-as_negosiasi_israel_lebanon_mencakup_politik_dan_militer
Pars Today – Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa putaran baru negosiasi antara Israel dan Lebanon, yang diharapkan akan dimulai Selasa (23/6), dengan mediasi Washington, akan mencakup dialog politik dan militer.
(last modified 2026-06-23T07:32:17+00:00 )
Jun 23, 2026 14:29 Asia/Jakarta
  • Amerika
    Amerika

Pars Today – Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa putaran baru negosiasi antara Israel dan Lebanon, yang diharapkan akan dimulai Selasa (23/6), dengan mediasi Washington, akan mencakup dialog politik dan militer.

Menurut laporan IRNA, pejabat Departemen Luar Negeri AS pada Senin (22/6) malam waktu setempat dalam wawancara dengan CNN mengatakan: "Negosiasi ini akan mencakup pertemuan-pertemuan di dua jalur, politik dan militer, yang dilakukan dalam rangka upaya AS untuk memajukan sebuah 'kesepakatan perdamaian dan keamanan yang komprehensif.'"

 

CNN menambahkan: "Putaran negosiasi ini diadakan dalam situasi di mana gencatan senjata di Lebanon masih rapuh dan kelanjutannya oleh Israel mengancam negosiasi AS dan Iran."

 

Menurut pejabat AS ini, dialog akan dimulai dengan pertemuan bersama politik-militer, kemudian pertemuan militer akan diadakan, dan pada akhirnya pertemuan politik akan diadakan sebagai putaran final negosiasi.

 

Pejabat Departemen Luar Negeri AS ini menambahkan bahwa delegasi AS dalam negosiasi ini akan dipimpin oleh Dan Holler, penasihat Departemen Luar Negeri AS, dan Daniel Zimmerman, Wakil Menteri Pertahanan untuk Urusan Keamanan Internasional.

 

Berdasarkan laporan ini, pejabat Departemen Luar Negeri AS mengklaim: "Tujuan bersama kami adalah mengakhiri secara permanen siklus kekerasan."

 

Pejabat Departemen Luar Negeri AS ini mengklaim: "Kami menyediakan kondisi di mana Israel dan Lebanon, sebagai dua negara merdeka, dapat bernegosiasi satu sama lain dan menemukan jalan untuk mencapai perdamaian dan keamanan."

 

Pejabat pemerintahan Trump ini mengklaim: "Negosiasi ini akan melanjutkan upaya untuk mencapai kesepakatan perdamaian dan keamanan yang komprehensif antara kedua negara."

 

Sebelumnya, jaringan televisi CNN dan Fox News pada hari Senin (22/6) waktu setempat, mengutip pejabat AS, mengatakan bahwa Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, pada hari Jumat telah melakukan panggilan telepon dengan Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, dan Joseph Aoun, Presiden Lebanon, tentang "penguatan gencatan senjata dan dialog mendatang."

 

Media ini menambahkan: "Sebagai hasil dari panggilan-panggilan ini, AS, melalui Komando Pusat Pasukan AS di kawasan (CENTCOM), telah menciptakan mekanisme pengawasan sehingga para pembuat kebijakan kami memiliki informasi yang akurat dan real-time tentang konflik di Lebanon."

 

Tim Hawkins, juru bicara CENTCOM, mengatakan kepada CNN: "Militer AS secara cermat memantau situasi untuk membantu koordinasi operasional dan verifikasi kepatuhan terhadap penghentian konflik."

 

Langkah ini adalah bagian dari "mekanisme non-konflik" yang sebelumnya disebutkan oleh J.D. Vance, Wakil Presiden AS, dan ia mengatakan mekanisme ini telah dibuat pada hari Senin waktu Swiss.

 

Vance mengatakan: "Saya pikir kami telah berkinerja sangat baik dalam menciptakan apa yang kami sebut mekanisme pencegahan konflik. Sebenarnya, tujuannya adalah bahwa ketika sesuatu terjadi, para pihak saling berhubungan."

 

Pejabat AS ini juga mengatakan: "Pejabat Israel dan Lebanon akan hadir di Washington selama tiga hari minggu ini untuk melanjutkan proses ini."

 

Putaran baru negosiasi antara Israel dan Lebanon akan diadakan pada 23-25 Juni di Washington. (MF)