The Hill: Iran Perkuat Diri, AS Kehilangan Muka
-
The Hill: Trump Kalah, Iran Menang dalam Perang
Pars Today - Sebuah surat kabar Amerika dalam sebuah laporan, merujuk pada nota kesepahaman Iran dan AS, menulis: "Perang ini, di samping mengungkap kerentanan strategis Amerika Serikat, juga telah melemahkan kredibilitas dan daya pencegahan (deteren) negara ini terhadap pesaing-pesaing seperti Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara."
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, surat kabar Amerika The Hill dalam sebuah catatan dengan mengkaji konsekuensi perang terbaru Iran dan AS, mengklaim bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington dinilai sebagai kesepakatan yang merugikan kepentingan AS dan Barat.
Surat kabar ini menyebut konsekuensi terpenting dari perang Iran adalah penurunan kredibilitas AS di hadapan pesaing strategisnya, termasuk Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara, dan menulis: "Negara-negara ini kini telah mencapai kesimpulan bahwa pemerintahan Trump tidak memiliki kemampuan dan kemauan yang diperlukan untuk melanjutkan konflik jangka panjang."
The Hill, merujuk pada berkas-berkas Ukraina, Venezuela, dan Iran, menulis: "Kinerja pemerintahan Trump menunjukkan bahwa pemerintahan ini tidak memiliki kohesi dan stabilitas yang cukup untuk mengelola konfrontasi jangka panjang, bahkan dalam situasi yang tidak mengarah pada perang langsung."
Di bagian lain dari analisis ini disebutkan bahwa perang Iran juga telah mengungkap kerentanan ekonomi AS dan Barat terhadap ancaman maritim.
Menurut tulisan The Hill, sebagaimana Selat Hormuz memainkan peran vital dalam transit energi dunia, Selat Taiwan juga merupakan jalur transit sekitar 20 persen barang dan peralatan produksi Asia, terutama chip-chip canggih Taiwan, dan setiap gangguan di jalur-jalur ini dapat menyebabkan krisis ekonomi global. (MF)