"Iran Kini Kekuatan Global": Pernyataan Mengejutkan Mantan Menlu Austria
-
Karin Kneissl, mantan Menteri Luar Negeri Austria
Pars Today - Mantan Menteri Luar Negeri Austria, dalam pernyataannya merujuk pada posisi peradaban ribuan tahun Iran di dunia, menegaskan bahwa Republik Islam Iran saat ini telah menjadi kekuatan global yang besar.
Melansir IRNA, 6 Juli 2026, Pars Today melaporkan bahwa Karin Kneissl, mantan Menteri Luar Negeri Austria, dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa Iran kini dikenal sebagai pusat kekuatan di dunia multipolar, yang telah menunjukkan perlawanan luar biasa dalam menghadapi agresi AS.
Mantan Menlu Austria juga menekankan bahwa posisi baru Republik Islam Iran dalam persamaan global telah membuat Washington ketakutan.
Kneissl sebelumnya, dalam pernyataannya dengan menekankan bahwa AS tidak dapat mengklaim kemenangan dalam perang melawan Iran, telah mengatakan, "Seluruh kredibilitas militer AS berada dalam risiko serius."
Karin Kneissl, dengan mengatakan bahwa upaya AS dan rezim Zionis untuk mengalahkan Iran telah gagal, mengatakan, "Struktur negara dan lembaga-lembaga utama di Iran tetap kokoh meskipun ada serangan AS dan Israel."
Ia menambahkan, "AS mengklaim kemenangan dalam perang melawan Iran, sementara Selat Hormuz masih tetap tertutup, dan hal ini telah mempengaruhi kenaikan harga energi global dan penurunan volume ekspor negara-negara di kawasan."
Pernyataan Karin Kneissl ini sangat signifikan karena berasal dari seorang mantan menteri luar negeri Eropa yang memiliki pemahaman mendalam tentang geopolitik. Kneissl, yang dikenal karena pandangannya yang independen dan sering kali kontroversial, terutama mengenai hubungan dengan Rusia dan kritiknya terhadap kebijakan luar negeri Barat , secara terbuka mengakui bahwa Iran telah muncul sebagai kekuatan global yang tidak dapat diabaikan.
Dengan mengatakan bahwa posisi baru Iran "telah membuat Washington ketakutan," Kneissl menunjukkan bahwa kebangkitan Iran telah mengubah keseimbangan kekuatan global. Ini adalah pengakuan bahwa AS tidak lagi dapat bertindak dengan impunitas di kawasan dan bahwa Iran sekarang memiliki kemampuan untuk menantang kepentingan AS.(Sail)