Polifenol dalam Buah dan Teh; Tameng Alami Melawan Penuaan Otak
https://parstoday.ir/id/news/world-i194080-polifenol_dalam_buah_dan_teh_tameng_alami_melawan_penuaan_otak
Pars Today - Makanan yang kaya akan polifenol dapat mendukung penuaan otak yang sehat, tetapi tidak ada satu pun makanan atau pola makan yang terbukti dapat mencegah demensia.
(last modified 2026-07-30T05:55:09+00:00 )
Jul 30, 2026 12:49 Asia/Jakarta
  • Makanan yang dapat melawan penuaan otak
    Makanan yang dapat melawan penuaan otak

Pars Today - Makanan yang kaya akan polifenol dapat mendukung penuaan otak yang sehat, tetapi tidak ada satu pun makanan atau pola makan yang terbukti dapat mencegah demensia.

Sebagaimana dilaporkan Mehr News mengutip Science Daily, 3 Juli 2026, secangkir teh, segenggam buah beri, atau setetes minyak zaitun extra virgin mengandung senyawa tumbuhan yang dapat memengaruhi proses-proses yang terkait dengan penuaan otak.

Sebuah tinjauan oleh para peneliti di Universitas Semmelweis, Hongaria, menunjukkan bahwa senyawa-senyawa ini, yang dikenal sebagai polifenol, dapat mendukung jalur-jalur biologis yang terkait dengan penyakit Alzheimer dan kondisi lain yang melibatkan hilangnya sel-sel saraf secara bertahap.

Para peneliti meninjau ratusan studi laboratorium, hewan, berbasis populasi, dan klinis. Temuan-temuan secara keseluruhan menunjukkan bahwa polifenol dapat membantu menjaga fungsi sel-sel saraf melalui aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, sekaligus melawan beberapa proses yang merusak yang terkait dengan penuaan otak. Pola makan yang kaya akan tumbuhan menyediakan polifenol-polifenol kunci.

Tinjauan ini memberikan perhatian khusus pada pola makan Mediterania, yang menekankan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, ikan, dan minyak zaitun. Tinjauan ini juga meneliti pola makan MIND, sebuah variasi yang dirancang khusus untuk mendukung kesehatan otak dengan memprioritaskan konsumsi sayuran berdaun hijau dan buah beri, sambil mengurangi konsumsi daging merah, mentega, keju, permen, makanan yang digoreng, dan makanan cepat saji.

Senyawa-senyawa yang umumnya diteliti termasuk EGCG, antioksidan utama dalam teh hijau; pigmen yang memberi warna pada buah beri; flavanol kakao; dan kurkumin, yang memberikan warna kuning khas pada kunyit. Zat-zat ini banyak ditemukan dalam pola makan nabati, termasuk pola makan Mediterania.

Dr. Mónika Fekete, asisten profesor di Institut Kedokteran Pencegahan dan Kesehatan Masyarakat Universitas Semmelweis dan penulis senior studi ini, mengatakan, "Polifenol bukanlah obat ajaib, tetapi penelitian menunjukkan bahwa polifenol mungkin merupakan alat yang menjanjikan untuk mendukung penuaan otak yang sehat. Namun, fokusnya tidak boleh pada suplemen makanan, tetapi pada pola makan yang beragam dan kaya akan makanan nabati."

Tubuh tidak menyerap banyak polifenol secara langsung. Sebaliknya, bakteri usus mengubahnya menjadi senyawa lain yang dapat memengaruhi peradangan, penggunaan energi seluler, dan melalui jalur-jalur ini, fungsi sistem saraf. Karena mikrobioma usus setiap orang memiliki komposisi yang berbeda, makanan yang sama mungkin tidak menghasilkan respons biologis yang sama pada semua orang.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 55 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang. Karena demensia adalah salah satu tantangan kesehatan utama yang terkait dengan penuaan, para peneliti semakin memperhatikan faktor-faktor gaya hidup, termasuk pola makan, yang dapat membantu melindungi kesehatan otak dan mengurangi risiko penurunan kognitif.

Meskipun hasil dari studi-studi pada manusia menjanjikan, bukti yang ada belum cukup kuat untuk merekomendasikan makanan atau nutrisi tertentu sebagai metode mandiri untuk mencegah demensia.

Para penulis menekankan bahwa penuaan otak yang sehat lebih bergantung pada kebiasaan makan jangka panjang daripada pada satu "superfood". Tidak ada diet ajaib yang terbukti dapat mencegah penyakit Alzheimer. Namun, bukti terkini menunjukkan bahwa makan sayuran, buah-buahan, buah beri, makanan kaya serat, ikan, dan kacang-kacangan secara teratur, sambil mengurangi konsumsi makanan olahan, dapat mendukung kesehatan otak dan membantu menjaga fungsi kognitif dari waktu ke waktu.(Sail)