Tiongkok Peringatkan Jepang: 'Jangan Main Api' dalam Masalah Nuklir
https://parstoday.ir/id/news/world-i195268-tiongkok_peringatkan_jepang_'jangan_main_api'_dalam_masalah_nuklir
Pars Today - Duta Besar Tiongkok untuk Rusia, Zhang Hanhui, memperingatkan Jepang tentang upayanya untuk memperoleh senjata nuklir, mengatakan bahwa tindakan semacam itu dapat mengganggu keseimbangan strategis di Asia Timur Laut dan memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan.
(last modified 2026-08-20T10:08:40+00:00 )
Aug 20, 2026 16:53 Asia/Jakarta
  • Duta Besar Tiongkok untuk Rusia, Zhang Hanhui
    Duta Besar Tiongkok untuk Rusia, Zhang Hanhui

Pars Today - Duta Besar Tiongkok untuk Rusia, Zhang Hanhui, memperingatkan Jepang tentang upayanya untuk memperoleh senjata nuklir, mengatakan bahwa tindakan semacam itu dapat mengganggu keseimbangan strategis di Asia Timur Laut dan memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan.

Melaporkan dari Fars News, Kamis, 20 Agustus 2026, Duta Besar Tiongkok untuk Rusia, Zhang Hanhui, memperingatkan Jepang tentang "bermain api" dalam masalah persenjataan nuklir.

Dalam sebuah artikel untuk kantor berita Rusia TASS, ia menulis, "Jika Tokyo memutuskan untuk mulai membangun senjata nuklir, keseimbangan strategis di Asia Timur Laut akan terganggu sepenuhnya, dan perlombaan senjata nuklir di kawasan dapat dimulai kapan saja."

Diplomat Tiongkok itu menambahkan, "Jika kekuatan sayap kanan Jepang terus bermain api dalam masalah kebijakan nuklir, rakyat Jepang pada akhirnya akan sekali lagi ditempatkan di posisi tertuduh dalam sejarah."

Dubes Tiongkok di Moskow juga mengatakan bahwa Tokyo berupaya mempercepat proses integrasinya ke dalam NATO, yang memperburuk ketidakjelasan dan ketidakstabilan situasi keamanan regional.

Menurutnya, tindakan resmi Tokyo "secara terus-menerus melemahkan sifat damai dari Konstitusi Jepang. Tindakan-tindakan ini juga telah mempercepat transisi Jepang dari strategi keamanan defensif ke strategi ofensif."

Zhang Hanhui menekankan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengabaikan kritik yang beralasan dari masyarakat internasional dan meremehkan intervensi dalam urusan internal negara lain serta ancaman penggunaan kekerasan terhadap mereka.

Duta Besar Tiongkok mengatakan bahwa Moskow dan Beijing menekankan bahwa fondasi tatanan internasional pasca-Perang Dunia II tidak dapat diganggu gugat, dan mereka akan dengan tegas menentang upaya Jepang untuk memperoleh senjata nuklir.

Diplomat ini menegaskan bahwa Rusia dan Tiongkok siap, dalam kerja sama dengan negara-negara lain, untuk dengan tegas mencegah setiap upaya kebangkitan militerisme Jepang dan melindungi perdamaian yang telah diperoleh dengan susah payah.

"Tiongkok, melalui Duta Besarnya untuk Rusia Zhang Hanhui, memperingatkan Jepang agar tidak "bermain api" dengan kebijakan nuklirnya. Zhang menegaskan bahwa jika Tokyo memperoleh senjata nuklir, hal itu akan mengganggu keseimbangan strategis di Asia Timur Laut dan memicu perlombaan senjata di kawasan."(Sail)