Trump Berjanji Bensin Tembus $2, Asalkan "Menang" atas Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i196436-trump_berjanji_bensin_tembus_2_asalkan_menang_atas_iran
Pars Today - Presiden Amerika Serikat, yang berulang kali mengklaim kemenangan dalam perang melawan Iran, secara implisit sekali lagi mengisyaratkan ketidakberhasilan, dan dengan mengulangi klaim-klaimnya, ia menjanjikan penurunan harga minyak.
(last modified 2026-09-08T04:27:33+00:00 )
Sep 08, 2026 11:12 Asia/Jakarta
  • Presiden AS Donald Trump
    Presiden AS Donald Trump

Pars Today - Presiden Amerika Serikat, yang berulang kali mengklaim kemenangan dalam perang melawan Iran, secara implisit sekali lagi mengisyaratkan ketidakberhasilan, dan dengan mengulangi klaim-klaimnya, ia menjanjikan penurunan harga minyak.

Melansir IRNA, Selasa, 08 September 2026, Donald Trump pada Senin (7/9) malam waktu setempat, di media sosial Truth Social, mengklaim, "Ketika kita menang dalam perang atas Iran, harga minyak akan turun dengan cepat."

Presiden AS yang gemar berperang ini mengklaim, "Harga minyak akan turun seperti halnya segala sesuatu yang lain sedang turun, tetapi akan turun lebih banyak lagi!"

Trump juga mengklaim tentang harga bensin, "Menjadi tiga dolar per galon, tetapi pada akhirnya, akan turun di bawah dua dolar per galon."

Presiden AS menambahkan dalam klaimnya, "Semua ini akan terjadi dengan cepat, dan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir."

Dalam unggahan ini, Trump juga menekankan slogan "Buat Amerika Hebat Kembali" (MAGA).

Rata-rata harga bensin reguler di seluruh AS masih jauh dari rekor 5 dolar 2 sen yang tercatat pada Juni 2022.

Harga solar pada Jumat pekan lalu mencatat rekor historis dan sejak itu terus meningkat setiap hari. Menurut American Automobile Association (AAA), harga solar hingga pagi ini mencapai 5,90 dolar per galon, atau sekitar 60 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

Menulis Axios, negara bagian Texas menanggung beban terbesar dari biaya tambahan ini. Data dari sistem pemantauan biaya energi perang Iran menunjukkan bahwa konsumen di negara bagian ini telah membayar sekitar 11 miliar dolar biaya tambahan untuk bensin dan solar sejak perang dimulai pada akhir Februari.

Negara bagian California dan Florida berada di posisi berikutnya, yang menurut sistem yang sama, konsumen mereka masing-masing menanggung biaya tambahan sekitar delapan dan lima miliar dolar.

Meskipun demikian, Donald Trump, Presiden AS, masih bersikukuh bahwa rakyat Amerika rela membayar biaya dan harga yang lebih tinggi untuk apa yang ia sebut sebagai "mencegah Iran memperoleh senjata nuklir"!

Padahal, para pemilih AS secara konsisten menyatakan inflasi sebagai kekhawatiran terbesar mereka, dan dalam hal ini, mereka memberi nilai yang sangat buruk kepada kinerja Trump.

"Trump kembali mengklaim bahwa kemenangan dalam "perang atas Iran" akan menurunkan harga minyak dan bensin secara drastis, bahkan hingga di bawah 2 dolar per galon. Namun, data menunjukkan bahwa sejak perang dimulai pada akhir Februari, konsumen AS justru menanggung biaya tambahan energi yang sangat besar, terutama di Texas (11 miliar dolar), California (8 miliar), dan Florida (5 miliar). Harga solar pun mencatat rekor tertinggi. Di sisi lain, inflasi tetap menjadi kekhawatiran utama pemilih AS, dan kinerja Trump di bidang ini dinilai sangat buruk. Ada kontras tajam antara retorika janji Trump dan realitas di lapangan."(Sail)