Yaman Balas Saudi, Turki Pilih Pihak: Serangan Houthi "Harus Dihentikan"
https://parstoday.ir/id/news/world-i196514-yaman_balas_saudi_turki_pilih_pihak_serangan_houthi_harus_dihentikan
Pars Today - Kementerian Luar Negeri Turki, dengan mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan Houthi ke Arab Saudi, menegaskan dukungan Ankara terhadap kedaulatan dan keutuhan teritorial Saudi, serta menuntut penghentian segera tindakan-tindakan yang oleh Turki disebut sebagai tindakan bermusuhan.
(last modified 2026-09-09T05:51:57+00:00 )
Sep 09, 2026 12:49 Asia/Jakarta
  • Gedung Kementerian Luar Negeri Turki
    Gedung Kementerian Luar Negeri Turki

Pars Today - Kementerian Luar Negeri Turki, dengan mengecam apa yang disebutnya sebagai serangan Houthi ke Arab Saudi, menegaskan dukungan Ankara terhadap kedaulatan dan keutuhan teritorial Saudi, serta menuntut penghentian segera tindakan-tindakan yang oleh Turki disebut sebagai tindakan bermusuhan.

Melansir IRNA yang mengutip kantor berita Anadolu, Rabu, 09 September 2026, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan, "Kami dengan tegas mengecam serangan Houthi yang menargetkan Arab Saudi, mengabaikan keselamatan jiwa dan harta benda warga sipil, serta memicu peningkatan ketegangan di kawasan."

Kementerian Luar Negeri Turki menambahkan, "Kami sekali lagi menegaskan dukungan kami terhadap kedaulatan dan keutuhan teritorial Arab Saudi."

Kementerian tersebut menekankan, "Serangan ini merusak upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Yaman melalui pencapaian solusi politik yang berkelanjutan."

Kementerian Luar Negeri Turki juga meminta Ansarullah untuk segera menghentikan tindakan yang oleh kementerian tersebut disebut sebagai tindakan "bermusuhan".

Pernyataan Turki ini muncul di tengah pernyataan "Muhammad Al-Farrah", anggota Dewan Politik Gerakan Ansarullah Yaman, yang menolak tuduhan penargetan fasilitas sipil di Arab Saudi dan mengatakan, "Serangan kami menargetkan sasaran-sasaran yang sah sebagai respons atas agresi Saudi terhadap Yaman."

Ia menambahkan, "Tidak ada serangan terhadap fasilitas sipil di dalam Arab Saudi, dan pada dasarnya tidak ada yang namanya koalisi Arab atau angkatan udara Yaman, dan semua klaim itu adalah palsu serta upaya untuk berlindung di balik gelar-gelar palsu."

Ia menambahkan, "Yang menjadi sasaran adalah sasaran-sasaran sah sebagai respons atas agresi Saudi, agresi yang dalam beberapa hari terakhir mencakup puluhan serangan udara dan telah menewaskan puluhan warga Yaman, perempuan dan anak-anak."

Al-Farrah juga menggambarkan serangan angkatan bersenjata Yaman sebagai respons kecil dan sebuah pesan terhadap agresi di Yaman, dan mengatakan, "Saudi harus memilih apa yang dianggapnya tepat dan menentukan perang yang sesuai dengan dirinya."

Pernyataan Muhammad Al-Farrah disampaikan di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara Yaman dan Saudi.

Pertukaran tembakan antara Saudi dan Yaman kembali memanas di saat perang Yaman sejak 2015 telah menjadi salah satu krisis paling penting di kawasan. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir telah dilakukan upaya-upaya untuk meredakan ketegangan dan mencapai kesepakatan politik, namun perbedaan pendapat dan konflik militer di antara kedua pihak masih tetap ada.

"Turki secara tegas mengecam serangan Houthi terhadap Arab Saudi, menyebutnya sebagai tindakan bermusuhan yang mengancam kedaulatan dan keutuhan teritorial Saudi. Ankara juga menilai serangan ini merusak upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik Yaman secara politik. Di sisi lain, Ansarullah Yaman melalui Muhammad Al-Farrah membantah menargetkan fasilitas sipil dan menegaskan bahwa serangan mereka ditujukan pada sasaran-sasaran sah sebagai pembalasan atas agresi Saudi yang telah menewaskan puluhan warga sipil Yaman. Ketegangan antara kedua pihak kembali meningkat, dengan konflik yang sudah berlangsung sejak 2015 masih belum menemukan titik terang."(Sail)