Korsel Cari Diversifikasi Energi; Ketergantungan Minyak pada Asia Barat Berkurang
https://parstoday.ir/id/news/world-i197310-korsel_cari_diversifikasi_energi_ketergantungan_minyak_pada_asia_barat_berkurang
Pars Today - Korea Selatan dalam kerangka program baru keamanan sumber daya alam, bermaksud menurunkan porsi minyak mentah impor dari Asia Barat menjadi 50 persen pada tahun 2035, tindakan yang oleh Kementerian Perindustrian negara ini diumumkan sebagai bagian dari diversifikasi sumber pasokan energi setelah gangguan akibat perang Iran.
(last modified 2026-09-23T07:27:24+00:00 )
Sep 23, 2026 14:25 Asia/Jakarta
  • Kapal tanker Korea Selatan
    Kapal tanker Korea Selatan

Pars Today - Korea Selatan dalam kerangka program baru keamanan sumber daya alam, bermaksud menurunkan porsi minyak mentah impor dari Asia Barat menjadi 50 persen pada tahun 2035, tindakan yang oleh Kementerian Perindustrian negara ini diumumkan sebagai bagian dari diversifikasi sumber pasokan energi setelah gangguan akibat perang Iran.

Melansir IRNA dari kantor berita Reuters, Rabu, 23 September 2026, Kementerian Perindustrian Korea Selatan hari ini (Rabu, 23/9) dalam program 10 tahun keamanan sumber daya alam negaranya mengumumkan bahwa Seoul dengan memperhatikan pelajaran dari perang Iran yang mengganggu aliran transfer energi di dunia, membutuhkan "perubahan fundamental" dalam rantai pasokannya.

Kementerian ini mengumumkan bahwa Korea Selatan yang dianggap sebagai ekonomi terbesar keempat di Asia, pada tahun 2025 memasok sekitar 70 persen kebutuhan minyaknya dari Asia Barat, yang sebagian besar ditransfer melalui Selat Hormuz.

Dalam kerangka strategi baru, negara ini juga merevisi program penyimpanan minyak mentahnya dan bermaksud menambahkan sekitar 20 juta barel ke cadangan minyak mentahnya pada tahun 2030.

Kementerian Perindustrian Korea Selatan juga mengumumkan bahwa Seoul mencari pasokan lebih banyak "kondensat gas", sejenis minyak sangat ringan yang terutama digunakan untuk produksi nafta. Korea Selatan sejak dimulainya konflik di Asia Barat menghadapi kekurangan nafta, bahan baku utama industri petrokimia.

Berdasarkan pengumuman kementerian ini, Korsel memasok sekitar 45 persen kebutuhan naftanya melalui impor, di mana biasanya 77 persen impor ini dilakukan dari Asia Barat.

Pemerintah Korea Selatan juga bermaksud membatasi ketergantungannya pada impor gas alam dari Asia Barat menjadi kurang dari 30 persen pada tahun 2035. Negara Asia Timur ini sebelumnya telah menurunkan porsi ini menjadi 20 persen pada tahun 2025.

Berdasarkan peta jalan ini, daftar mineral kritis Korea Selatan juga akan meningkat dari 38 menjadi 51 item. Dalam kerangka ini, 10 unsur tanah jarang serta "germanium" ditambahkan ke daftar ini. Germanium dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam produksi semikonduktor.

Tindakan ini merupakan bagian dari upaya Korea Selatan untuk memperkuat rantai pasokan dan mengurangi kerentanannya terhadap gangguan pasokan sumber daya vital.

"Korea Selatan dalam program 10 tahun keamanan sumber daya alam menargetkan penurunan porsi minyak mentah impor dari Asia Timur menjadi 50 persen pada 2035, sebagai respons terhadap gangguan akibat agresi terhadap Iran. Pada 2025, ~70% kebutuhan minyak Korea Selatan berasal dari Asia Barat, sebagian besar melalui Selat Hormuz."(Sail)