Hormuz Nyaris Kosong: Hanya 2 Kapal Melintas
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i197264-hormuz_nyaris_kosong_hanya_2_kapal_melintas
Pars Today – Data awal pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal pengangkut barang di Selat Hormuz menurun menjadi dua unit.
(last modified 2026-09-22T11:14:40+00:00 )
Sep 22, 2026 18:12 Asia/Jakarta
  • Selat Hormuz
    Selat Hormuz

Pars Today – Data awal pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal pengangkut barang di Selat Hormuz menurun menjadi dua unit.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr yang dikutip dari Reuters, data awal pelayaran menunjukkan hanya dua kapal pengangkut barang yang melintasi Selat Hormuz pada hari Senin; sementara pada hari Minggu 10 kapal melintasi jalur ini.

 

Berdasarkan data perusahaan Kpler, sebuah kapal curah Supramax berbendera Panama yang mengangkut mineral dan sebuah kapal curah berbendera Liberia dari jalur tidak diketahui memasuki Selat Hormuz.

 

Statistik ini tidak mencakup kapal-kapal yang mungkin untuk menghindari identifikasi, mematikan sistem identifikasi otomatis mereka.

 

Sebelum dimulainya perang Amerika dan rezim Zionis melawan Iran pada 28 Februari, biasanya sekitar 125 kapal komersial besar setiap hari termasuk kapal tanker, kapal pengangkut gas, kapal curah, dan kapal kontainer melintasi Selat Hormuz. Jalur ini mencakup sekitar 20 persen dari pasokan harian minyak mentah dan gas alam cair dunia.

 

Bersamaan dengan itu, perusahaan informasi dan pelacakan pelayaran "Marisk Intelligence" mengumumkan sebuah kapal tanker pengangkut minyak mentah dan sebuah kapal pengangkut gas minyak dalam dua insiden terpisah saat melintasi Selat Hormuz menjadi sasaran serangan.

 

Berdasarkan laporan ini, kapal tanker "LR Stefani" pada hari Senin saat memasuki Selat Hormuz menjadi sasaran proyektil tak dikenal dan dua orang dari awaknya terluka ringan. Kapal ini berada di bawah manajemen perusahaan "Universal Tanker".

 

Satu hari sebelumnya juga kapal pengangkut gas minyak "Almaria" berbendera Liberia saat keluar dari selat menjadi sasaran. Kedua kapal tanpa memerlukan bantuan kapal tunda dapat melanjutkan jalurnya.

 

Sementara itu, di Selat Bab al-Mandab di selatan Laut Merah, 26 kapal melintas pada hari Senin yang angka ini tidak berubah dibandingkan hari sebelumnya. (MF)