Koalisi Saudi Kembali Bombardir Ibu Kota Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i198640-koalisi_saudi_kembali_bombardir_ibu_kota_yaman
Pars Today - Gelombang serangan udara baru dilaporkan kembali menggempur ibu kota Yaman, Sanaa. Rangkaian ledakan keras terdengar setelah jet-jet tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi membidik sejumlah titik di wilayah jantung kota tersebut.
(last modified 2026-10-15T04:47:22+00:00 )
Okt 15, 2026 11:44 Asia/Jakarta
  • Serangan udara Arab Saudi ke Yaman
    Serangan udara Arab Saudi ke Yaman

Pars Today - Gelombang serangan udara baru dilaporkan kembali menggempur ibu kota Yaman, Sanaa. Rangkaian ledakan keras terdengar setelah jet-jet tempur pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi membidik sejumlah titik di wilayah jantung kota tersebut.

Berdasarkan laporan dari jaringan media Al-Jazeera yang dikutip oleh IRNA, Kamis (15/10/2026), serangan udara intensif ini diluncurkan secara mendadak. Hingga saat ini, pihak media lokal maupun otoritas setempat belum merilis rincian lebih lanjut mengenai jumlah pasti titik serangan, target spesifik infrastruktur, maupun potensi kerugian materil dan korban jiwa yang ditimbulkan.

Sebelum insiden terbaru ini, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan bahwa pasukan koalisi telah melancarkan 42 serangan udara dan rudal dalam kurun waktu 24 Hari terakhir. Serangan-serangan tersebut dilaporkan menyasar objek-objek sipil non-militer di Sanaa, serta meluas ke wilayah Provinsi Taiz, Lahj, Marib, Amran, hingga objek strategis di Pulau Mayun.

Menurut penjelasan resmi militer Yaman, operasi pemboman udara dari pihak lawan tersebut terdeteksi menggunakan kombinasi jet tempur F-15 dan Eurofighter Typhoon yang diterbangkan dari Pangkalan Udara Khamis Mushait dan Taif. Selain itu, gempuran juga diperkuat oleh serangan artileri rudal yang diluncurkan dari wilayah perbatasan Najran.

Pihak Angkatan Bersenjata Yaman mencatat bahwa eskalasi konflik yang terus meningkat ini telah membawa akumulasi total serangan udara maupun hantaman rudal koalisi pimpinan Saudi ke angka 2.323 kasus serangan sejak ketegangan terbaru pecah.(Sail)