Kuba Tuduh Menlu AS Peras Pemimpin Dunia demi Sanksi
https://parstoday.ir/id/news/world-i198642-kuba_tuduh_menlu_as_peras_pemimpin_dunia_demi_sanksi
Pars Today - Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, secara terbuka menuduh sejawatnya dari Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan aksi pemerasan terhadap para pemimpin asing. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Washington untuk menyeret komunitas internasional ke dalam lingkaran "kebrutalan" sanksi ekonomi terhadap Havana.
(last modified 2026-10-15T05:07:45+00:00 )
Okt 15, 2026 12:04 Asia/Jakarta
  • Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez
    Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez

Pars Today - Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez, secara terbuka menuduh sejawatnya dari Amerika Serikat, Marco Rubio, melakukan aksi pemerasan terhadap para pemimpin asing. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya Washington untuk menyeret komunitas internasional ke dalam lingkaran "kebrutalan" sanksi ekonomi terhadap Havana.

Melalui pernyataan resmi di media sosial X pada Rabu (14/10/2026) malam, Rodriguez mengeklaim bahwa Menlu AS tampak "gugup dan cemas" menghadapi potensi kekalahan diplomasi berikutnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, Rubio terus melancarkan tekanan politik dan intimidasi terhadap beberapa kepala negara agar mereka mengubah arah dukungan dalam pemungutan suara di Sidang Majelis Umum PBB.

"Melalui kebohongan yang berulang, dia mencoba menutupi hukuman kolektif yang sedang mereka timpakan kepada rakyat Kuba, sekaligus berupaya membuat komunitas internasional ikut terlibat dalam kebrutalan ini," tegas Rodriguez seperti dikutip oleh IRNA.

Majelis Umum PBB sendiri dijadwalkan melakukan pemungutan suara terkait draf resolusi tidak mengikat yang mendesak AS mengakhiri blokade ekonomi terhadap Kuba. Sejak tahun 1992, badan dunia tersebut secara konsisten meloloskan resolusi serupa setiap tahunnya melalui dukungan mayoritas mutlak dari negara-negara anggota.

Sejak Donald Trump kembali menduduki kursi presiden di Gedung Putih, Washington kembali mengaktifkan kebijakan tekanan maksimum sebagai poros utama strategi membungkam Kuba. AS memperketat pembatasan terhadap perusahaan yang terafiliasi dengan militer Kuba, memblokir jalur masuk mata uang asing, serta memberlakukan embargo energi berlapis.

Rangkaian sanksi ketat selama lebih dari enam dekade ini telah berdampak langsung pada kehidupan domestik Kuba. Kebijakan embargo energi dan ekonomi dari Washington saat ini memicu krisis bahan bakar akut, kelangkaan pasokan pangan, pemadaman listrik massal, serta lonjakan inflasi yang melumpuhkan pendapatan devisa negara kepulauan tersebut.(Sail)