Turki, AS dan Rusia akan Bekerjasama di Suriah
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim, mengatakan kepala staf militer dari Turki, Amerika Serikat dan Rusia akan melakukan kerjasama untuk membersihkan teroris di Suriah.
Para kepala staf militer Turki, AS dan Rusia menggelar pertemuan bersama di kota Antalya, Turki pada Selasa (7/3/2017). Demikian dikutip kantor berita ISNA.
"Jika tidak ada kerjasama penuh di antara kami, maka ada bahaya munculnya konflik," kata Yildirim.
Dia juga menyesalkan keputusan sekutu Turki yang memilih militan Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai mitranya dalam memerangi kelompok teroris Daesh di Suriah.
Pemerintah Turki menganggap YPG sebagai bagian dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang sedang terlibat perang dengan Ankara.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan keliru pemerintah Turki di kawasan dan dukungan mereka kepada beberapa kelompok teroris telah membantu memperparah krisis di Suriah.
Pasukan Turki dengan dukungan AS menggelar operasi militer di Suriah Utara sejak Agustus 2016. Turki mengaku ingin membersihkan wilayah tersebut dari keberadaan teroris Daesh.
Kehadiran militer Turki di Suriah tidak mendapat restu dari pemerintah sah Damaskus. Para pejabat Suriah menganggap langkah Turki sebagai tindakan agresi. (RM)