Jerman: Turki Ingin Citrakan Dirinya Terzalimi
-
Thomas de Maiziere
Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere Selasa (14/3) menyatakan pemerintah Turki melalui aksi-aksi provokatifnya terhadap Eropa tengah berusaha mencitrakan dirinya sebagai korban guna mempengaruhi hasil referendum amandeman konstitusi serta menambah kewenangan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Seperti diberitakan AFP, Thomas de Maiziere kepada wartawan mengatakan, kritik pemerintah Ankara terhadap Jerman tidak berdasar dan hanya ditujukan untuk mencitrakan Turki sebagai korban.
Recep Tayyip Erdogan meningkatkan kritiknya terhadap Berlin menyusul dukungan Jerman terhadap Belanda.
Ia menuding pejabat Jerman mengambil pendekatan NAZI dan menyerang Angela Merkel, kanselir Jerman dengan dakwaan memberi suaka kepada aktivis Kurdi dan milisi yang terlibat di kudeta gagal 15 Juli.
Mendagri Jerman mengatakan, seluruh dakwaan tersebut tidak berdasar. Ia balik mengkritik Turki karena berupaya menjatuhkan Jerman dengan klaim-klaim tak berdasar.
Penolakan pemerintah Belanda atas penyelenggaraan kampanye dan propaganda Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) terkait amandemen konstitusi di negara ini di Rotterdam memicu tensi di hubungan kedua negara.
Sementara dukungan negara-negara Eropa terhadap Belanda kian membuat geram para petinggi Ankara khususnya Erdogan. (MF)