Erdogan Ancam Warga Kurdi Suriah
-
Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki mengancam warga Kurdi, Suriah dan mengatakan, negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO mendukung kelompok-kelompok bersenjata.
Stasiun televisi Russia Al Youm (27/3) melaporkan, Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki juga menekankan berlanjutnya operasi militer Turki di Utara Suriah untuk menumpas pasukan bersenjata yang aktif di wilayah itu.
Erdogan mengancam untuk menyerang dan mengejar unit-unit pertahanan Kurdi.
Berdasarkan laporan Sami Al Asmar, reporter Russia Al Youm, sejumlah kalangan percaya bahwa Turki yang jika dibandingkan dengan negara-negara lain lokasinya lebih dekat dengan markas kelompok teroris Daesh di Raqqa, merupakan penghambat terbesar operasi total di Raqqa.
Erdogan dalam pidatonya di Istanbul menuturkan, Turki adalah anggota NATO dan berkomitmen kepada organisasi ini, namun negara-negara anggota NATO yang lain dalam praktek mendukung kelompok-kelompok teroris.
Sejumlah pakar meyakini, tidak diikutsertakannya pasukan Kurdi dalam operasi pembebasan Raqqa menyebabkan waktu pelaksanaan operasi itu semakin panjang dan di sisi lain, partisipasi pasukan Kurdi dalam operasi itu dapat mengancam hubungan Turki dan Amerika Serikat.
Penegasan petinggi Turki atas berlanjutnya operasi militer negara itu di Suriah disampaikan padahal pemerintah Suriah berulang kali memprotes invasi militer Turki di wilayah negara itu. (HS)