Turki dan AS Bersikeras Buka "Zona Aman" di Suriah
-
Binali Yildirim
Perdana Menteri Turki dalam pembicaraan telepon dengan Wakil Presiden Amerika Serikat menuntut diciptakannya "zona aman" di wilayah Suriah.
IRIB (8/4) melaporkan, Binali Yildirim, PM Turki dalam pembicaraan telepon dengan Mike Pence, Wakil Presiden Amerika juga mengabarkan kemungkinan dimulainya gelombang baru pengungsian warga Suriah ke Turki menyusul perkembangan terbaru yang terjadi di negara itu.
PM Turki mengklaim penggunaan pangkalan udara Shayrat untuk melancarkan serangan kimia ke Provinsi Idlib dan menuturkan, serangan Amerika ke pangkalan udara Shayrat, Suriah adalah jawaban tepat dan mulai saat ini diharapkan Amerika bisa lebih memusatkan diri pada krisis Suriah.
Ia menambahkan, Turki juga siap untuk memberikan dukungan apapun yag diperlukan dalam hal ini kepada Amerika," ujarnya.
Mike Pence dalam pembicaraan telepon itu juga menekankan upaya menciptakan zona aman di Suriah.
Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki dan Mevlut Cavusoglu, Menlu negara itu sehari sebelumnya mengumumkan, pemerintah Ankara mendukung serangan rudal Amerika ke pangkalan udara Al Shayrat dan menganggap langkah ini tepat.
Serangan langsung pertama Amerika di era Donald Trump ke posisi militer Suriah dilakukan pada hari Jumat (7/4) dini hari dengan meluncurkan sejumlah rudal ke pangkalan udara Al Shayrat di Provinsi Homs.
Serangan rudal itu dilakukan Amerika tanpa persetujuan Dewan Keamanan PBB dan Kongres Amerika sendiri. Rudal-rudal itu diluncurkan dari kapal perang Amerika yang diparkir di Laut Mediterania dengan dalih serangan kimia ke Khan Sheikhoun di Provinsi Idlib.
Pemerintah Suriah hingga kini tidak terbukti menggunakan senjata kimia dalam bentuk apapun. (HS)