Erdogan Yakin Ekspatriat Turki Dukung Referendum
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengklaim bahwa warga Turki yang tinggal di luar negeri akan berpartisipasi secara luas dalam referendum untuk mengubah konstitusi negara itu.
Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah kampanye untuk menggalang dukungan di kota Sanliurfa, tenggara Turki, Selasa (11/4/2017) seperti dilansir Reuters.
"Menurut survei terbaru, partisipasi ekspatriat Turki dalam referendum perubahan konstitusi mencapai hampir 50 persen," kata Erdogan.
Pemilih di Turki akan memberikan suaranya dalam referendum pada 16 April, di mana ia akan menyediakan kewenangan yang lebih besar kepada Erdogan.
Partisipasi pemilih yang tinggal di luar negeri akan membantu memperkuat posisi Erdogan, tapi ia menghadapi tantangan di dalam negeri, karena kalangan oposisi memiliki jumlah pemilih yang signifikan.
Tujuan dari referendum perubahan konstitusi di Turki adalah untuk memperkuat kekuasaan Erdogan.
Sebelum ini, Erdogan mengatakan bahwa rakyat Turki akan memberikan sebuah kabar kemenangan besar dengan suara 'Ya' dalam referendum perubahan konstitusi.
Ketua Partai Republik Rakyat (CHP) Turki, Kemal Kilicdaroglu mengatakan ia mendukung suara 'Tidak' dalam referendum, dan memperingatkan bahwa kekuasaan yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan bencana.
"Konstitusi bertujuan untuk melindungi warga negara dan jika kalian ingin keadilan menjadi kuat, maka kita akan memilih 'Tidak’ dalam referendum," tegasnya. (RM)