Potensi Referendum Baru di Turki Terbuka Lebar
-
Erdogan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan seraya menekankan bahwa negara-negara Eropa menghalangi keanggotaan Ankara di Uin Eropa selama 54 tahun mengatakan, “Untuk menentukan nasib keanggotaan Turki di Uni Eropa, kemungkinan akan digelar referendum baru.”
IRNA melaporkan, Recep Tayyip Erdogan Senin (17/4) di depan istana kepresidenan di Ankara seraya mengisyaratkan bahwa rakyat Inggris memberikan suara keluar dari Uni Eropa (Brexit) mengingatkan, rakyat Turki juga akan mengambil keputusan terkait masa depan negara mereka.
Statemen presiden Turki terkait penyelenggaraan referendum soal keanggotaan negara ini di Uni Eropa dirilis di saat referendum amandemen konstitusi yang baru digelar dimenangkan oleh kubu pro perubahan konstitusi dan memberikan kewenangan lebih besar kepada presiden.
Sementara itu, petinggi Eropa selama beberapa tahun terakhir mengingat apa yang mereka sebut diktatorisme Erdogan, berulang kali menentang keanggotaan Ankara di Uni Eropa.
Selama beberapa bulan terakhir khususnya pasca kudeta gagal 15 Juli di Turki yang berujung pada penangkapan besar-besaran sejumlah eleman masyarakat baik dari militer, polisi, aparat pengadilan, elit politik dari oposisi, seniman dan penulis Turki serta referendum amandemen konstitusi Ankara, tensi antara Uni Eropa dan Turki semakin besar.
Eropa meyakini Erdogan akan membawa Turki ke arah kediktatoran. (MF)