Jejak Turki di Sarang Daesh
https://parstoday.ir/id/news/world-i36990-jejak_turki_di_sarang_daesh
Para pejabat Ankara asyik melontarkan klaim tentang perang mereka terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Irak, di tengah keraguan publik internasional.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
May 02, 2017 09:38 Asia/Jakarta

Para pejabat Ankara asyik melontarkan klaim tentang perang mereka terhadap kelompok-kelompok teroris di Suriah dan Irak, di tengah keraguan publik internasional.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah statemen hari Senin (1/5/2017), mengklaim bahwa tidak ada satu pun negara seperti Turki yang secara serius memerangi kelompok teroris Daesh.

Erdogan mengaku pasukan perbatasan Turki sejauh ini telah membunuh lebih dari 3.000 teroris Daesh di Jarablus, al-Ra'i, Dabiq, dan al-Bab. Ia menegaskan saat ini misi utama pasukan Turki adalah menggelar operasi di kota Manbij, Provinsi Aleppo di timur laut Suriah.

Menurut Erdogan, operasi di Raqqa di utara Suriah dapat dimulai dengan melibatkan pasukan kontra-terorisme di bawah koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Klaim Turki terkait perang melawan kelompok-kelompok teroris di Suriah, dilontarkan ketika pemerintah Ankara selalu mengadopsi kebijakan stantar ganda dalam menumpas terorisme selama beberapa tahun terakhir.

Sebenarnya, para pejabat Ankara telah membagi teroris dalam kategori baik dan jahat dan kemudian menerapkan standar ganda dalam berurusan dengan beberapa kelompok teroris termauk Daesh dan Front al-Nusra.

Otoritas Ankara bahkan mengadopsi kebijakan yang searah dengan teroris dalam konteks merongrong pemerintah sah Suriah di bawah Presiden Bashar al-Assad. Turki bekerjasama dan memberikan bantuan kepada para teroris yang beroperasi di Suriah dan Irak.

Dengan melihat realitas ini, maka klaim para pejabat Turki dalam perang kontra-terorisme benar-benar tidak berdasar dan tidak didukung fakta.

Krisis Suriah pecah pada tahun 2011 setelah kelompok-kelompok teroris yang disponsori AS dan sekutunya termasuk Turki, melancarkan serangan ke negara itu untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Pemerintah Turki diketahui berkali-kali memberikan dukungan finansial dan militer kepada kelompok-kelompok teroris termasuk Daesh di Suriah dan Irak. Pada dasarnya, tangan para pejabat Ankara berlumuran darah dari ribuan orang tak berdosa di Suriah dan Irak.

Selain itu, para petinggi Turki hingga sekarang belum menunjukkan bukti yang kredibel untuk membuktikan klaim mereka mengenai perang kontra-terorisme. Sementara pihak-pihak yang menuduh Turki bekerjasama dan membantu kelompok-kelompok teroris, telah memberikan bukti file suara, video, dan bahkan dokumen tertulis untuk mendukung klaim mereka.

Menurut berbagai laporan dokumenter, Daesh merektrut anggotanya dari semua daerah di provinsi-provinsi perbatasan Turki. Daesh bahkan mendirikan posko-posko di kota Istanbul, Ankara dan kota-kota lain di Turki untuk mengumpulkan anggota. Berbagai organisasi yang terkait dengan agama di Turki ikut menghimpun dukungan dan merekrut pasukan untuk Daesh.

AS pernah membom instalasi-instalasi minyak Suriah yang dikontrol Daesh, lalu selama ini minyak jarahan itu dijual ke negara mana? Apakah dikirim lewat tanker-tanker udara atau jalur darat? Jika jalur darat, lalu lewat negara mana?

Salah satu sumber pendapatan Daesh adalah penjualan minyak Suriah melalui wilayah Turki. Ada juga dokumen lain yang merekam transaksi malam hari antara pasukan keamanan Turki dan Daesh untuk menjual minyak jarahan dari Irak kepada pemerintah Ankara. Namun, pemerintah Turki justru mengirim pemilik dokumen rahasia itu ke penjara.

Dapat disimpulkan bahwa para pejabat Turki benar-benar bermain dengan retorika dan mereka tidak memiliki dokumen untuk mendukung klaimnya itu. (RM)