Eskalasi Intervensi Amerika di Venezuela
Di pekan-pekan terakhir sikap permusuhan Amerika terhadap Venezuela semakin meningkat. Dalam kasus terbaru, Penasihat Keamanan Nasional Amerika melakukan pertemuan dengan Ketua Forum Nasional Venezuela.
McMaster, Penasihat Keamanan Nasional Donald Trump, Presiden Amerika dalam pertemuannya dengan Ketua Majelis Nasional Venezuela, Julio Borges meminta pemeritah Caracas membebaskan para oposisi yang dipenjara. Gedung Putih dalam pernyataannya pasca pertemuan ini menyatakan, kedua pihak menekankan harus segera diselesaikannya krisis politik di Venezuela lewat cara damai. Dalam pernyataannya, Gedung Putih menyebutkan, McMaster dan Borges menekankan pemerintah Venezuela harus komitmen dengan UUD dan membebaskan para tahanan politik dan meminta pemerintah menghormati keputusan Majelis Nasional.
Pertemuan Penasihat Keamanan Nasional Amerika dengan Ketua Majelis Nasional Venezuela berlangsung saat Borges saat ini menjadi oposan terkuat pemerintah Venezuela. Borges di hari-hari sebelumnya meminta rakyat Venezuela agar bangkit mendemo pemerintah Nicolas Maduro, Presiden Venezuela. Permintaan ini disampaikan ketika Maduro meminta dibentuknya Majelis Nasional Venezuela baru akibat aksi sabotase berkali-kali yang dilakukan kelompok oposisi di parlemen.
Saat ini, perselisihan antara pemerintah Venezuela dan kelompok oposisi mencapai puncaknya. Para oposan bersandar pada pengaruh para pemilik modal di dalam negeri dan dukungan luar negeri, khususnya Amerika. Mereka berusaha sebisa mungkin melengserkan pemerintah. Demi mencapai tujuannya, kelompok oposisi sejak beberapa bulan lalu telah melakukan demonstrasi dan memenuhi jalan-jalan. Mereka melakukan demo kekerasan dengan harapan dapat memanfaatkan ketidakpuasan warga akibat angka inflasi yang tinggi dan bahan pokok yang sulit didapat,
Segala usaha telah dilakukan, tapi hingga kini upaya oposisi masih belum berhasil. Sekalipun anjloknya harga minyak dunia dan salah urus administrasi yang jamak terjadi menyebabkan munculnya krisis ekonomi di Venezuela, tapi pemerintah negara ini masih didukung oleh mayoritas warga. Kebijakan keadilan yang telah dijalankan sejak beberapa tahun lalu dan distribusi sumber-sumber kekayaan dan fasilitas yang adil di antara mayoritas warga mampu menarik dukungan rakyat.
Selain itu, sikap pemerintah menentang intervensi pihak asing, terutama Amerika mampu memperbaiki rasa kebanggaan nasional rakyat. Oleh karenanya, sekalipun inflasi mencapai 1000 persen dan kekurangan bahan pangan dan obat-obatan, pemerintah masih mampu mengontrol negara.
Masalah ini membuat kelompok oposisi menuntut Amerika melakukan campur tangan urusan dalam negeri Venezuela lebih transparan. Pertemuan tokoh oposisi utama penentang Maduro dengan Penasihat Keamanan Nasional Donald Trump menandakan strategi negara ini untuk mempercepat ide perubahan pemerintah di Venezuela.
Sebelumnya, Trump dalam kampanye Pemilu Presiden Amerika menafikan kebijakannya mengubah pemerintah di negara lain. Tapi yang terjadi, tampaknya kondisi buruk yang terjadi di Venezuela dan ketidakmampuan kubu oposisi menumbangkan pemerintah yang sah, Amerika mulai memainkan peran klasiknya mengubah pemerintah yang ada sesuai keinginannya. Tapi ada keraguan serius akan keberhasilan aksi intervensi Amerika di abad 21 ini di negara-negara seperti Venezuela.