Selatan Filipina Dibersihkan dari Keberadaan Teroris Maute
-
pasukan Filipina
Petinggi keamanan Filipina mengabarkan tewasnya 44 anasir teroris dan tentara di hari keempat serangan militer untuk menumpas kelompok teroris Maute di kepulauan Mindanao.
Lebih dari 100 anasir teroris anggota kelompok Maute yang berafiliasi ke Daesh, Selasa (23/5) menduduki sebagian kota Marawi, Selatan Filipina dan Rodrigo Duterte, Presiden negara ini langsung mengumumkan darurat militer di kepulauan Mindanao serta memerintahkan operasi penumpasan teroris di kota Marawi.
Sebagaimana dilaporakan IRNA (26/5), hingga kini dalam operasi tersebut sedikitnya 44 orang tewas dari kedua belah pihak, 31 orang teroris, 11 tentara dan dua orang perwira militer Filipina.
Situs surat kabar Utusan, Malaysia, Jumat (26/5) mengabarkan, dua anasir teroris asal Malaysia tewas dalam pertempuran antara kelompok teroris Maute dengan pasukan Filipina di Mindanao.
Pasukan pemerintah Filipina, Kamis (25/5) mengerahkan helikopter tempur dan pasukan elit negara itu untuk merebut kembali kota Marawi dari tangan kelompok teroris Maute yang berafiliasi ke Daesh itu. (HS)