Washington Post: Gedung Putih Pertimbangkan Aksi Militer di Mali
https://parstoday.ir/id/news/world-i193572-washington_post_gedung_putih_pertimbangkan_aksi_militer_di_mali
Pars Today - Surat kabar The Washington Post, mengutip pejabat-pejabat AS, melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang mengkaji aksi militer terhadap kelompok "Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin" (JNIM) di negara Afrika, Mali.
(last modified 2026-07-23T04:47:43+00:00 )
Jul 23, 2026 11:44 Asia/Jakarta
  • Tentara AS
    Tentara AS

Pars Today - Surat kabar The Washington Post, mengutip pejabat-pejabat AS, melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang mengkaji aksi militer terhadap kelompok "Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin" (JNIM) di negara Afrika, Mali.

Sebagaimana dilaporkan IRNA, 23 Juli 2026, surat kabar ini pada Rabu (22/7) malam menulis bahwa pejabat-pejabat senior pemerintahan AS memiliki perbedaan pendapat mengenai rencana ini. Namun, Sebastian Gorka, Direktur Senior Pemberantasan Terorisme di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, adalah salah satu tokoh yang mendukung aksi militer terhadap kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaeda di Mali ini.

Seorang pejabat pemerintah AS tidak mengonfirmasi atau menyangkal kemungkinan dikeluarkannya izin untuk serangan di Mali, tetapi mengatakan bahwa Amerika Serikat telah meminta pemerintah-pemerintah di Afrika Utara dan Barat untuk "membeli peralatan dan layanan Amerika guna mendukung upaya perang mereka melawan teroris."

Pejabat yang tidak disebutkan namanya ini menyebut terorisme di kawasan Sahel Afrika sebagai "masalah multilateral", dan menambahkan, "Kami meminta mitra-mitra regional dan sekutu-sekutu NATO untuk mendukung Aliansi Negara-Negara Sahel dalam perang mereka melawan JNIM dan ISIS."

Ia menyatakan bahwa AS berharap Aliansi Negara-Negara Sahel dapat mengalahkan terorisme, tetapi yang bertanggung jawab atas memburuknya situasi keamanan adalah Rusia, yang telah terbukti menjadi mitra keamanan yang tidak efektif bagi Mali.

Pejabat ini mengatakan, "Kami berharap negara-negara Afrika lainnya memperhatikan kinerja buruk Rusia dalam memerangi terorisme."

Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2018 menetapkan kelompok "Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin" di Sahel sebagai organisasi teroris asing.(Sail)