Pengakuan Tucker Carlson: Peringatan di Oval Office Sebelum Perang Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i197452-pengakuan_tucker_carlson_peringatan_di_oval_office_sebelum_perang_iran
Pars Today - Tokoh media konservatif terkenal Amerika dalam pernyataannya menegaskan bahwa ia telah memperingatkan Donald Trump, Presiden Amerika, tentang perang agresif dan tanpa alasan terhadap Iran.
(last modified 2026-09-25T08:47:02+00:00 )
Sep 25, 2026 15:46 Asia/Jakarta
  • ucker Carlson, tokoh media konservatif terkenal Amerika
    ucker Carlson, tokoh media konservatif terkenal Amerika

Pars Today - Tokoh media konservatif terkenal Amerika dalam pernyataannya menegaskan bahwa ia telah memperingatkan Donald Trump, Presiden Amerika, tentang perang agresif dan tanpa alasan terhadap Iran.

Melansir ParsToday yang mengutip IRNA, Jumat, 25 September 2026, Tucker Carlson, tokoh media konservatif terkenal Amerika, dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa beberapa hari sebelum dimulainya perang agresif dan tanpa alasan Amerika Serikat terhadap Iran, dalam pertemuan tatap muka dengan Trump di Kantor Oval Gedung Putih, ia telah memperingatkan tentang konsekuensi masuknya Amerika ke perang dengan Iran.

Carlson menyatakan, "Saya katakan kepada Trump bahwa perang dengan Iran tidak ada hubungannya dengan program nuklir negara ini dan Tel Aviv untuk memulai perang ini mengejar tujuannya sendiri."

Ia menegaskan bahwa ia telah menyampaikan hal ini secara langsung kepada Trump dan telah memberitahunya.

Carlson dalam lanjutannya mencatat, Trump setelah mendengar perkataan ini kepada saya mengatakan bahwa 'Ya, kamu benar, tetapi pada akhirnya kita semua akan mati, jadi tidak penting.'

"Tucker Carlson, tokoh media konservatif terkenal Amerika, dalam sebuah wawancara mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum perang agresif AS terhadap Iran dimulai, ia bertemu tatap muka dengan Donald Trump di Kantor Oval Gedung Putih dan memperingatkan tentang konsekuensi perang. Carlson mengatakan kepada Trump bahwa perang dengan Iran tidak ada hubungannya dengan program nuklir Iran dan Tel Aviv mengejar tujuannya sendiri untuk memulai perang."(Sail)