Setelah Korut, Giliran Venezuela Diacam Trump
-
Presiden AS, Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, untuk menyelesaikan instabilitas di Venezuela, Washington masih membuka opsi militer.
Kubu oposisi Venezuela masih tetap berusaha menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Presiden Venezuela senantiasa menyebut Amerika dan partai sayap kanan yang berafiliasi dengan Washington sebagai pemicu instabilitas di negara Amerika Latin.
Menurut laporan AFP, Donald Trump saat jumpa pers bersama Menlu Rex Tillerson di Bedminster negara bagian New Jersey mengklaim, banyak opsi terkait Venezuela dan salah satunya adalah opsi militer.
Amerika Serikat dan kubu oposisi Venezuela menuding Presiden Nicolas Maduro berusaha menambah wewenangnya dengan membentuk majelis konstituante.
Seraya menepis tudingan ini, Maduro menilai pembentukan majelis konstituante sebagai upaya mengakhiri tensi beberapa bulan terakhir. Presiden Venezuela meyakini bahwa di antara tujuan pembentukan majelis konstituante adalah menjamin perdamaian, meningkatkan kemajuan produksi dan penjualan minyak serta kesuksesan di perang kontra terorisme.
Sebelumnya Trump hari Jumat (11/8) juga mengklaim Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara jangan sampai mengambil langkah anti Amerika termasuk wilayah di bawah pemerintahan negara ini seperti kepulauan Guam, karena ia akan segera menyesal.
Pyongyang berulang kali mengklaim selama Amerika dan sekutunya terus mengancam Korut, negara ini juga akan melanjutkan peningkatan kemampuan militer dan serangan preemtivenya. (MF)