Klarifikasi Ancaman Trump terhadap Venezuela
https://parstoday.ir/id/news/world-i42754-klarifikasi_ancaman_trump_terhadap_venezuela
Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence melakukan lawatan ke Amerika Latin untuk meredam kekhawatiran para pemimpin negara-negara regional terhadap kebijakan pemerintahan Donald Trump.
(last modified 2026-06-30T10:16:22+00:00 )
Aug 14, 2017 13:50 Asia/Jakarta

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence melakukan lawatan ke Amerika Latin untuk meredam kekhawatiran para pemimpin negara-negara regional terhadap kebijakan pemerintahan Donald Trump.

Trump pada Jumat (11/8/2017) mengancam akan menggunakan opsi militer untuk mengakhiri kekacauan di Venezuela. "AS tidak mengesampingkan opsi militer untuk menyelesaikan kekacauan di Venezuela," tegasnya.

Sebagai langkah pertama, Pence dalam sebuah konferensi pers di Cartagena, Kolombia pada Senin (14/8/2017) berusaha mengklarifikasi pernyataan intimidatif Trump terhadap Venezuela.

"Kami punya banyak opsi menyangkut Venezuela, tapi Presiden AS masih yakin bahwa kerjasama dengan para sekutu kami di Amerika Latin akan membawa sebuah solusi damai di Venezuela," kata Pence.

Wapres AS dengan nada yang lebih lembut menuturkan, "Kami akan melanjutkan kerjasama dengan bangsa-bangsa merdeka di seluruh kawasan sampai demokrasi kembali hidup di Venezuela."

Ancaman Trump juga memicu kutukan dari semua negara Amerika Latin, termasuk yang menentang Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay, Meksiko, Peru, Kolombia, dan Cile semuanya menolak ancaman Trump untuk menggunakan kekuatan militer melawan Venezuela.

Mereka khawatir bahwa pada era pemerintahan Trump, Amerika akan kembali ke kawasan dengan kebijakan yang keras dan pengerahan pasukan militer serta penggulingan pemerintah-pemerintah demokratis lewat kudeta atau serangan militer langsung.

Dengan kata lain, jika cara-cara kasar dipakai untuk menangani krisis politik Venezuela, maka metode yang sama kemungkinan akan digunakan di negara-negara regional lainnya. Di samping itu, kebijakan Washington akan membuat bangsa-bangsa regional meningkatkan tekanan terhadap para pemimpin pro-Amerika di kawasan.

Oleh karena itu, pemerintah Kolombia dan Peru meminta AS tidak mencampuri urusan internal negara-negara Amerika Latin.

Mark Feierstein, penasihat tinggi pemerintahan Obama untuk urusan Amerika Latin mengatakan, "Sulit membayangkan sesuatu yang lebih berbahaya bagi Trump daripada serangan militer terhadap Venezuela."

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengambil sikap tegas menentang ancaman militer Trump, dan mengatakan kepada Pence bahwa kemungkinan semacam itu seharusnya tidak dipertimbangkan dan tidak dapat diterima.

"Setiap negara di Amerika Latin tidak menyukai intervensi militer, dan karena itulah kami katakan bahwa kami bermaksud untuk mempertimbangkan tindakan lain, beberapa di antaranya sudah berjalan dan yang lainnya akan dilaksanakan di masa depan," tegasnya dalam konferensi pers bersama Pence. (RM)