Sheikh Al-Azhar Tolak Bertemu Wakil Presiden AS
-
Sheikh al-Azhar, Ahmed al-Tayeb
Sheikh al-Azhar Mesir sebagai bentuk protes atas langkah Presiden AS Donald Trump mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibukota Israel, membatalkan pertemuannya dengan Wakil presiden AS, Mike Pence.
Seperti diwartakan MNA, Sheikh Ahmad al-Tayib Jumat (8/12) menilai keputusan Trump merelokasi kedubes AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis sebuah kezaliman. "Perwakilan al-Azhar tidak dapat duduk bersama sosok yang mendistorsi sejarah dan menginjak-injak hak serta kesucian sebuah bangsa," paparnya.
Sheikh al-Azhar dijadwalkan bertemu dengan Mike Pence 30 Desember mendatang di Kairo.
Presiden Amerika hari Rabu lalu mengumumkan al-Quds sebagai ibukota Israel meski ada penentangan luas di tingkat regional dan internasional.
Trump meminta Deplu negara ini mempersiapkan langkah-langkah pemindahak kedubes dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.
Baitul Maqdis, kiblat pertama umat Islam dan menjadi bagian tak terpisahkan dari bangsa Palestina serta salah satu dari tiga tempat suci umat Islam. Kota suci ini memiliki posisi istimewa di mata umat Islam.
Banyak negara dan organisasi internasional mengutuk langkah Presiden AS Donald Trump.
Republik Islam Iran negara pertama yang mengutuk langkah presiden Amerika ini. Deplu Iran Rabu malam di statemennya menekankan, langkah Trump mengakui secara resmi al-Quds sebagai ibukota Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap resolusi internasional. (MF)