Lavrov: Kehadiran AS di Suriah Ilegal
-
Menlu Rusia, Sergei Lavrov
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menekankan, meski Daesh di Suriah telah kalah, kehadiran militer Amerika Serikat di negara ini ilegal.
Seperti dilaporkan Russia today, Lavrov Senin (25/12) menandaskan, ketika Daesh mengalami kekalahan di Suriah, keberadaan militer Amerika di negara ini melemahkan proses politik di Damaskus.
Menlu Rusia juga mengisyaratkan sanksi ekonomi terhadap Moskow dan pembekuan aset diplomat Rusia di AS serta pembatasan yang diterapkan bagi media negara ini. "Langkah ini tidak akan membantu meningkatkan hubungan antara Rusia dan Amerika," papar Lavrov.
Lavrov seraya meminta AS dan Korut memulai perundingan, menyatakan kesiapan negaranya untuk mempersiapkan dialog tersebut.
Moskow sejak lama meminta Washington dan Pyongyang bersedia berunding untuk meredam tensi program nuklir dan rudal Korea Utara. Departemen Luar Negeri Korea Utara hari Ahad (24/12) menyatakan sanksi terbaru PBB terhadap negara ini sama halnya dengan pengumuman perang.
Tensi di hubungan Korut dan AS semakin intens seiring dengan pendekatan arogan dan haus perang Trump. Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan mengerahkan militernya menyerang Pyongyang.
Sementara itu, Pyongyang juga berulang kali menekankan, selama Amerika dan sekutunya melanjutkan ancamannya kepada Korea Utara, maka negara ini akan tetap melanjutkan pengokohan kemampuan defensifnya. (MF)